Perenungan di Minggu siang

Dari jendela ini, kududuk dan menatap keluar. Menembusi partikel-partikel udara yang berkelimpahan di bawah teriknya matahari yang panas. Panas matahari membuatku mengenang tentang Kupang.

Kupang kota karang, tanah Flobamora yang disebut sebagai padang stepa dan sabana. Aku rindu. Aku ingin datang sekedar melihatmu dari dekat, menyentuhmu, dan berada dalam lingkupan udara panasmu.

Kalau ada dalam rencana-Nya, aku akan datang tiga minggu lamanya. Aku akan datang. Menengokmu sebentar. Aku ingin belajar lebih dalam lagi tentangmu. Aku tahu, sebagai manusia kecil yang masih dalam keadaan tertatih-tatih, aku masih buta tentangmu, tentang manusianya, karakter-karakternya, tentang setiap budaya yang ada padamu, dan banyak yang lain.

Maafkan aku, Tanah Flobamora tercinta.
Dahulu…aku sungguh tak mengerti. Kenapa saat aku pertama menghirup udara, harus kuhirup di tanahmu. Aku pernah berpikir kalau bisa saat aku menghirup udara pertama kali, jangan di Indonesia, tapi kalau bisa di Australia. Bukankah letak tempat itu hanya di seberang laut yang tak seberapa luas itu? Coba saja aku dioperkan ke satu pulau itu, tanpa harus di tanah Timor yang gersang ini.

Tapi…
Siapa yang bisa? Bukankah aku tak bisa memilih tempat di mana dan seperti apa aku lahir?

Dari sana…

Aku sudah direncanakan pertama kali menghirup udara yang di permukaan bumi harus di tanah Flobamora, tepatnya di harum tanan dan atmosfer selatan Amarasi.

Bukankah aku mestinya bangga, akan Nusa Flobamora yang populer di dunia karena wangi cendananya, akan Kerajaan Amarasi yang terkenal karena sapi paronnya?

Ya, mestinya.

Namun sekarang
Di manakah tercium wangi cendana itu?
Cendana…cendana…
Dapatkah kau bangkit lagi mengharumkan Nusa Flobamora?
Sedang…sapi paron
Apakah kau akan tetap ada mengingat mereka yang ditugaskan Tuhan kini semakin tak peduli?

Aku, di sini sedang mengisi hari-hariku dengan belajar
Kelak aku ‘kan datang padamu, berbekal apa yang kudapat
Walau sedikit, tapi aku punya
Walau sedikit, tapi ‘kan kuberikan padamu.

Lippo Karawaci, 14 Juni 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s