Pokok yang Benar

Ketika aku bangun pagi, segera aku bersiap untuk keluar rumah. Dengan tergesa-gesa aku menuju garasi. Kuhidupkan mesin lalu tak lama kemudian mobilku meleset di jalan raya yang sudah mulai ramai. Dalam perjalanan itu, aku berpikir, sebenarnya apa yang kulakukan sekarang? Kemarin sore aku dari sana, pulang dan beristirahat.

Pagi ini tanpa menikmati terbitnya matahari, keindahan dan keagungan ciptaan Sang Pencipta, tanpa sempat menganggumi keindahan rumahku yang kudirikann karena kurasan keringatku yang tidak sedikit, aku segera kembali ke kantor, dan sepanjang hari itu aku terkurung dalam ruangan sempit itu. Aku hanya berharap kapan tanggal pembagian gaji. Aku akan menerimanya dan segera kubelanjakan untuk segala macam aksesori juga perlengkapan rumah serta barang pecah belah. Lalu…untuk apa? Lagipula aku juga belum berpikir untuk, ya,manusia muda; Lalu untuk apa semua ini?
Ah, mungkin aku hanya sepotong kayu kering yang tidak punya pokoknya. Sebentar lagi aku akan rapuh, beberapa pencari kayu akan datang, mengambilku, menjualku, aku dijadikan kayu bakar. Aku akan lenyap, aku hanya akan menjadi abu, tak menyisakan apa-apa.
“Tidak…tidak….!” teriakku. “Aku tidak seperti itu. Aku mempunyai pokok. Aku bisa bertumbuh. Aku dapat berbuah.”
“Kenapa kau begitu yakin? ” dia bertanya padaku.
“Karena Yesus adalah pokok anggur yang benar. Kamu perlu tahu, yang baik belum tentu benar. Yesus memang benar. Dan aku berada dalamNYA” dengan yakin, kujawab pertanyaannya.

Lippo Karawaci, 25 Juni 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s