Gerson Poyk

3144gerson_poyk

Sumber: perpusnas

Ia mungkin tidak terkenal di mata orang NTT. Bila ditanya siapa Gerson Poyk, orang akan memiringkan kepala, memincingkan bola mata, berpikir sebentar dan oh…dari marganya mungkin orang Rote, tapi siapa itu? kata mereka.

Sebagaimana yang Yesus bilang seorang nabi tidak dikenal, tidak dihargai di tanah asalnya, jelas terlihat pada diri Bapak Pramoedya Ananta Toer (alm), juga Bapak Gerson. Masih banyak yang lain sih, memang. Tapi di sini saya hanya menyebutkan dua orang saja.
Mengenai Bapak kita yang satu ini, berikut sedikit cuplikannya dari wikipedia yang saya taruh di sini.

Cuplikan Biografi Gerson Poyk
Dilahirkan di Namodele, Pulau Rote (Timur), Nusa Tenggara Timur pada tanggal 16 Juni 1931. Pendidikan terakhirnya SGA Kristen Surabaya, tamat 1956. Pernah menjadi guru SMP dan SGA di Ternate (1956-1958) dan Bima, Sumbawa (1958). Terakhir menjadi Wartawan Sinar Harapan (1962-1970).

Antara tahun 1970-1971, ia mendapat beasiswa untuk mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Sempat mengikuti seminar sastra di India di tahun 1982.

Cerpennya, Mutiara di Tengah Sawah mendapat Hadiah Hiburan Majalah Sastra tahun 1961. Sedangkan cerpennya yang lain, Oleng-Kemoleng, mendapat pujian dari redaksi majalah Horison untuk cerpen yang dimuat di majalah itu tahun 1968.

Karyanya yang berupa novel antara lain Hari-hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982). Karya kumpulan cerpennya adalah Matias Akankari (1975), Oleng-Kemoleng & Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), Nostalgia Nusa Tenggara (1976), Jerat (1978), Di Bawah Matahari Bali (1982), Requim untuk seorang Perempuan (1981), Mutiara di Tengah Sawah (1984), Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal (1988) dan Poti Wolo (1988).

Angkatan pertama penerima International Writing Program di University of Iowa ini, pada tahun 1985 dan 1986 menerima Hadiah Adinegoro. Pernah menerima Hadiah Sastra ASEAN pada tahun 1989.

Refleksi dan Harapan

Demikian cuplikan biografinya. Semoga dari beliau, anak-anak NTT belajar bahwa dari Bumi Flobamora telah ada seorang hebat dalam bidang sastra. Sehingga tidak menutup kemunginan bahwa di masa-masa mendatang akan ada juga  penerus-penerus sastra yang tak kalah hebat yang lahir dari rahim Bumi Flobamora.

Iklan

4 comments on “Gerson Poyk

  1. Farabi55 berkata:

    susah cari novel kumcerpennya gerson poyk padahal kangen banget sama suasana eksotis NTT. pertama baca pas masih SMA. Lulus SMA gak pernah ketemu gerson poyk lagi.ada yang senasib?

    Suka

  2. […] hari yang istimewa ini, ternyata adalah juga hari kepergian seorang Sastrawan Indonesia asal NTT, Bapak Gerson Poyk, yang sejak tahun 2016, HUT-nya di tanggal 16 Juni itu ditetapkan sebagai Hari Sastra […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s