Renungan di Hari Ulang Tahun

Di antara desiran angin,
Sang Pengada yang sudah ada dan akan tetap ada,
Panas siang dan dingin malam terus berganti.
Selama itu, datanglah diriku, ada dan berada di antara orang-orang,
Juga di tengah-tengah semua mereka yang disebut ciptaan.
Tanpa kusadari,
DIA yang sudah ada dan akan tetap ada itu,
Membawa aku untuk melihat dan mengalami.
Tanpa kusadari,
DIA menyertai aku kala itu juga.
Memang! Aku tak menyadarinya,
Aku hanya berkeinginan menjadi.
Maka
Aku berencana, aku gerakan kaki dan dengan tertatih-tatih aku berjalan,
Terus dan terus berjalan
Detik-detik berlalu, haripun berlalu.
Hingga di satu titik kecil,
Oleh DIA pula dijamahnya diri ini.
Bahwa aku tidak datang,
Tidak ada dan berada di antara ciptaan-ciptaan begitu saja,
Tetapi bahwa…
Sejak semula aku direncanakan,
ada dan berada di tengah-tengah ciptaan.
Dengan orang-orang yang memang direncanakan ada,
Kami bersama-sama dibawa-Nya melihat dan mengalami,
persiapan masuk kehidupan sejati.
Kini, aku datang bertelut,
Dari hati dan pikiranku, bibirku berkata :
Trimakasih Tuhan untuk hari kemarin,
kini, aku mengerjakan imanku karena ada harapan hari Esok.
Amin.
Lewat telingaku, sayup-sayup ada kudengar seruan, nyanyian dan ucapan
“SELAMAT ULANG TAHUN”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s