Tokoh Indonesia, Bapak Stephen Tong

slide1

Sumber: grii.org

Ini bukan mengenai Bapak Stephen Tong harus dipuja-puji atau diagungkan. Tetapi di sini saya akui, bahwa Tuhan memang benar-benar memakai Bapak Stephen Tong sebagai alat-Nya untuk menunjukan sesuatu yang selama ini gelap bagi saya.

Saya salah satu mahasiswi UPH Teachers College. Sesekali mengikuti seminar-seminar yang diadakan beliau. Tetapi bagi saya, seminar-seminar atau khotbah-khotbah beliau itu tidak terlalu wah…atau katakan saja tidak menyedot perhatian saya. Kalau banyak orang yang kutemui dimana mereka adalah ibu/bapak yang adalah pelayan-pelayan Tuhan  berkata, mereka tertegur ketika Bapak Stephen Tong berbicara, saya malah berkerut kening bertanya  kepada diri sendiri.

Namun tak disangkali, saya lebih terketuk hati ketika membaca buku-bukunya. Tahu sajalah, perpustakaan UPH banyak menyediakan literatur-literatur Kristen. Ditambah lagi ketika harus membut tugas makalah, kita diminta paling tidak mereferensikan satu bukunya Bapak Stephen Tong. Baca-baca sedikit, hanya beberapa kalimat, dengan maksud mengutip kalimat-kalimat tersebut untuk kumasukan dalam paper. Tapi lama-lama saya tertarik juga. Maka saya memutuskan, mesti dibaca satu buku sekalian. Satu buku selesai, dan saya semakin tertarik. Saya membaca bukunya yang lain lagi. Walau mungkin masih sebatas pembahasannya mengenai pendidikan, guru dan anak didik. Dan tentunya anda tahu, saya mulai menyukai pemaparannya walaupun tak jarang ditemukan kata-kata pedas yang beliau cetuskan di situ.

Hal-hal mengenai manusia sebagai ciptaan yang serupa dan segambar dengan Allah membuat mata dan hati saya terbuka. Ternyata kata-kata “Segambar dan Serupa Allah” tidak sedangkal yang selama ini saya tahu dan saya konsepkan dalam pikiran.

Mulai lagi saya membaca buku-bukunya yang lain yang mana pembahasannya mencakup hal-hal yang lebih luas lagi. Di sini, saya disadarkan bahwa saya adalah seorang yang sombong lagi angkuh. Berpikir sudah mengetahui banyak hal tetapi nyatanya hanya secuil yang saya tahu mengenai kehidupan ini.

Gembor-gembor Bapal Stephen Tong mengenai manusia diciptakan sesuai peta dan teladan Allah terus mengusik saya. Mengantar saya pada gerbang yang disebut dengan sastra.

Saya tahu saya unik.  Bahwa saya tidak akan sama dengan orang lain sekeras apapun upaya saya. Seorang Anaci Tnunay hanya ada satu di muka bumi ini.

Tentang Iman, Penderitaan dan Hak Asasi Manusia dari beliau turut menguatkan saya. Bahwa dengan penderitaanlah orang bisa melihat dan mengalami kemulian. Kalau semuanya berjalan mulus nan lancar, orang tidak akan pernah mau belajar mengembangkan diri untuk mencapai hasil maksimal yang sesungguhnya telah dipersiapkan Tuhah baginya.

Beranjak dari sinilah saya mulai menyadari bahwa saya pun punya sesuatu yang sudah seharusnya saya kembangkan demi kemuliaan dan keagungan Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi.

Bapak Stephen Tong juga sangat menekankan kualitas. Kata-kata seperti, Makna, mutu tinggi, bobot, kovod, terbaik dan sejenisnya itulah yang selalu ia kampanyekan. Dalam mengerjakan sesuatu, kerjakanlah dengan sepenuh hati, jangan asal kerja, jangan hanya sekadar, tapi kerahkanlah kemampuanmu, kuraslah otakmu, peraslah keringatmu supaya hasil yang kau kerjakan benar-benar berkualitas dan bermutu tinggi.

Namun tentunya, tak hanya beliau yang menggaungkan manusia serupa dan segambar dengan Allah. Ada banyak buku dengan orang-orang yang berbeda juga yang mengatakan hal serupa. Tapi bagi saya pribadi,  saya banyak belajar dari buku-bukunya termasuk Seri Pembinaan Iman Kristen-nya bapak yang juga punya keahlian di bidang seni musik dan seni rupa ini.

Tetaplah rendah hati, Bapak.

Saya tidak memuja-muji engkau. Saya hanya menuliskan apa yang saya pikirkan di tengah-tengah penyusunan skripsi saya.

@The Johannes Oentoro Library UPH, Kamis, 27 Jan’11. Pukul 6:56 pm.

May God bless U always.

Iklan

One comment on “Tokoh Indonesia, Bapak Stephen Tong

  1. […] Tong –pernah sekali di sela-sela mempersiapkan skripsi saat kulah saya menulis tentang beliau 😉 […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s