PETERPAN: Makna dalam Karya – dikenang & dinanti

PETERPAN. Hampir seantero anak muda di tanah air mengetahui tentang grup band ini, atau paling tidak pernah mendengar salah satu lagunya. Ini bisa dilihat dari menjamurnya karya-karya mereka hingga ke daerah-daerah, diputar lewat pesawat televisi, lewat radio, di angkutan umum baik dengan CD yang asli maupun bajakan. Dari para pendengar itu, tak jarang pula yang sudah tentu mengetahui siapa-siapa saja personel awal band ini yakni Ariel (vokalis merangkap gitaris), Uki (gitaris), Lukman (gitaris), dan Reza (drummer), Andhika (pemain keyboard), serta Indra (pemain gitar bass). Jika nama personel itu tak diketahui semua, setidaknya mereka pasti mengetahui sang vokalis Ariel, yang namanya biasa terpampang di video klip sebagai pencipta lagu/lirik.

Saya sendiri adalah salah seorang yang menyukai karya-karya Peterpan. Pertama kali saya mendengar lagu-lagu Peterpan saat masa SMP namun saya tak begitu menaruh perhatian khusus pada grup band ini. Barulah saat masuk SMA, ketika band ini begitu membumi dan dipasang di bus yang saya naiki ke sekolah dan dari sekolah, lagu-lagu band ini jadi begitu familier di telinga. Begitu juga saat menonton televisi, video klip Peterpan selalu dihadirkan kepada pemirsa lewat pesawat televisi. Lagi, seolah ingin ikut mempopulerkan grup band ini, kawula-kawula muda di kota Kupang yang sangat demen dengan acara kirim-kirim salam lewat radio, pun selalu me-request diputarkan lagu-lagu Peterpan untuk yang dikirimi salam. Tak ketinggalan pula, surat kabar atau majalah remaja di edisi tertentu, pasti ada tersisipkan nama grup band satu ini.

Didorong rasa penasaran, saya mulai mencari tahu tentang profil Peterpan. Ternyata grup band ini berasal dari Bandung. Lalu tentang asal nama “Peterpan”. Peterpan adalah salah satu judul film animasi tahun 1953 produksi Walt Disney yang bercerita tentang seorang anak lelaki yang tak pernah tumbuh dewasa karangan J.M Barrie. Namun, konon bukan inti cerita itu yang mau diambil grup band ini. Maksud mereka adalah merekapun ingin bisa terbang sebagaimana yang ada dalam dongeng tersebut. Arti nama dari grup band ini tertanam rapat-rapat di benak saya sehingga saya berkesimpulan sendiri, Peterpan adalah grup band yang suka sekali berfilosopi. Terbukti dari tak hanya pada nama grup, tapi juga dalam setiap lagu mereka, yang tak mudah dipahami hanya dengan sekali mengikuti liriknya.

Namun, cukup mengejutkan bagi saya yang terlanjur terdoktrin dengan filosopi nama grup band Peterpen, saat ungkapan Ariel di suatu hari bahwa nama Peterpan hanya terbersit begitu saja tanpa pencarian panjang. Satu hal yang di pikiran saya agak janggal, bagaimana mungkin lirik-lirik lagu yang dibawakan begitu bermakna, nama band yang adalah identitas satu company hanya diambil begitu saja? Ya, tapi kalau itulah kenyataan pengalaman mereka, memangnya saya berkepentingan apa.

Begitulah awal saya mengenal Peterpan. Sayapun mulai mengikuti perkembangannya, namun informasi yang saya dapat tidaklah selengkap dan sedetail para penggemar beratnya yang menamakan diri “Sahabat Peterpan”. Saya hanya menyukai karya-karya Peterpan. Dan dalam penulisan inipun, saya menyajikannya dari kacamata seorang penikmat musik Indonesia.

Peterpan, seperti yang diketahui, bahwa masyarakat luas menganggap Peterpan adalah salah satu grup band papan atas tanah air. Itu adalah satu fakta yang tak bisa dibantah. Media-media cetak ataupun elektronik selalu menyebutnya band papan atas entah indikator-indikator apa yang dipakai untuk menyebutnya demikian.

Namun bila dicermati, selama hadirnya grup band yang resmi terbentuk 01 September 2000 ini, mereka selalu membenah diri dan berusaha mengembangkan kualitas musik mereka. Mulai dari perbaikan gubahan lirik lagu, komposisi nada, teknik vokal, serta kombinasi antara semuanya demi tercipta harmoni. Pembenahan ini bisa dilihat dari perbedaan ketika pertama kali Peterpan merilis album “Taman Langit” dengan yang waktu-waktu sesudahnya hingga di album “Sebuah Nama Sebuah Cerita”.

Kalau benar kata Suherman dalam ulasannya mengenai lima album terbaik 2010 di Jakartabeat.net bahwa “Sebuah musik dikatakan bagus dan jenius ketika ia mampu membuat pendengarnya bisa berkontemplasi (merenung) di dalamnya,” maka Peterpan adalah salah satu kelompok musik yang patut dikatakan berhasil.

Lagu atau nyanyian tidak sekedar hiburan (walau dibuat untuk menghibur), namun ia sebagaimana buku cerita yang menyenangkan, juga adalah salah satu sarana yang daripadanya kita dapat belajar merefleksikan arti suatu keberadaan. Walau tema yang dibawakan berkisar tema pop tentang percintaan muda-mudi sekalipun.

Sebuah lagu tidak hanya pada nadanya yang mengena, atau amazing-nya petikan jemari pada gitar, atau merdunya suara vokalis, atau liriknya yang puitis dan mengandung makna tertentu. Tetapi kombinasi dari kesemuanya itulah yang mampu menghasilkan suatu harmoni yang indah dan bermutu. Pada Peterpan, dapat kita nikmati nada pembukanya yang menarik, komposisi nadanya, suara vokalis yang berkarakter kuat dan pembawaannya yang memukau, serta lirik lagu yang puitis dan bermakna.

Namun tak disangkali, bahwa dalam satu nyanyian dari suatu kelompok musik, ada salah satu di antara beberapa hal itu yang bisa menjadi ciri khas atau keunggulannya. Ini bisa saja menonjol dari musiknya, atau suara dan pembawaan penyanyinya atau malah pada lirik lagunya. Dan untuk Peterpan, lirik lagulah yang menjadi keunggulan mereka. Susunan kata yang baik, disertakan majas yang membuatnya jadi indah dan puitis, inilah keindahan yang ditemukan dalam lirik lagu Peterpan. Tak hanya keindahan kata-kata, tetapi juga makna yang terkandung di dalamnya pun patut direnungkan dan dipelajari. Ariel, sang vokalis yang lebih banyak disebut sebagai pencipta sebagian besar lagu Peterpan dapat dibilang sangat terampil memberi makna dalam suatu kata atau kalimat.

Di tengah hilangnya makna dan pudarnya arti dari sebuah ungkapan, Peterpen hadir dan tetap mempertahankan keunikan mereka. Tak perlu lagu yang panjang, namun keindahan dan makna dari setiap liriknya memberi arti tersendiri bagi para penikmatnya. Lagu yang dibawakan selalu menimbulkan ruang untuk merehatkan diri sejenak dan merenungkan makna apa yang disampaikan dari lagu mereka. Layaknya sebuah sajak yang harus dibaca berkali-kali, mesti dipikirkan, dihayati, direnungkan benar-benar agar kita bisa memahami makna sesungguhnya dan mengerti apa yang dimaksudkan sang penyair. Dan ketika kita dapat menangkap maksudnya, lirik lagunya bisa benar-benar menggugah perasaan. Ini hal positif dari Peterpan yang jarang atau malah tidak diperhatikan sama sekali oleh grup band lain di Indonesia masa kini.

Tak hanya indah di telinga pendengar, namun pada video klip Peterpan pun terlihat sangat elegan. Mereka menggarapnya dengan baik sekali. Konsep cerita dibuat dengan pemaknaan yang mendalam, tidak sekedar bergerak di permukaan. Para pemeran videopun terlihat benar-benar menghayati perannya. Walau ceritanya tentang patah hati, atau yang menunjukan kepedihan hidup sekalipun, video klip mereka tak terlihat cengeng sebagaimana yang diperlihatkan band-band tanah air sekarang.

Perhatikan saja video-video klip belakangan ini. Baik yang dijual di toko-toko musik maupun yang diputar lewat acara televisi. Mereka begitu cengengnya memperlihatkan ekspresi sang bintang ketika ditinggal kekasih misalnya. Seakan masyarakat penonton adalah orang-orang lugu, yang ketika melihat bintang video menangis mengasihani diri, ikut pula sesenggukan dengan pemeran video tersebut. Tahukan mereka kalau hal ini bukannya membuat orang menghayati cerita lagu tersebut, malahan menimbulkan tertawaan akan ekspresi lebay mereka? Atau kalau bukan itu, malah ada video klip yang liriknya bercerita tentang kisah sedih atau kekecewaan tetapi para bintang melakoninya dengan senyum-senyam. Aneh memang.

Kita masih bisa tersenyum karena di tengah-tengah kegalauan ini, Indonesia masih punya Peterpan. Pada video klip Peterpan, visualisasi disajikan apa adanya, layaknya yang dialami dan dirasakan manusia. Misalnya reaksi sedih atau kecewa seseorang saat melihat sang kekasih pergi dengan orang lain atau tersenyum mengingat kenangan masa lalu yang indah atau ketegaran seseorang untuk terus melangkah meski banyak tantangan. Untuk video-video klip ini, benar-benar hasil kerja yang bila ditonton oleh orang tuna rungu sekalipun, akan tersedia ruang baginya untuk merenung dan menghayati makna cerita lagu tersebut. Dapat dikatakan, perpaduan antara lagu dan video klip karya Peterpan memang nyaris sempurna.

Karena kerja keras mereka itulah, maka tidak heran bila Peterpan banyak mendapat apresiasi dari pihak pemerhati musik baik yang ada di dalam maupun di luar negeri. Di antaranya diapresiasi sebagai grup band paling top SCTV Music Awards, artis favorit Indonesia MTV Asia Awards, sebagai band terbaik, album terbaik, grafis desain album terbaik dan karya produksi terbaik ‘Bintang di Surga’ Anugerah Musik Indonesia (AMI), sebagai video klip terdahsyat “Walau Habis Terang”, di Dahsyatnya Awards.

Hingga di tengah persoalan pelik yang harus dihadapi, grup band yang bernaung di bawah Musica Studios ini walau tak sedang aktif, sang vokalis Ariel ikut dinobatkan dalam Rolling Stone The 50 Greatest Indonesian Singers. Menurut majalah musik Rolling Stone Indonesia di edisi bulan Desember 2010 ini, penyanyi yang memiliki karakter kuat, piawai dalam teknik vokal, dan menguasai seni panggung dengan baik, itulah yang menjadi kriteria pemilihannya. Lebih menakjubkan lagi, Ariel yang berusia 29 tahun adalah yang termuda dari 50 penyanyi tersebut.

Terlepas dari penghargaan formal, belakangan ini sempat terjadi kesimpangsiuran berita bahwa sepeninggal Andika dan Indra di akhir tahun 2006, nama grup band bakal diganti. Kabar inipun didukung dengan terbentuknya logo grup bergambar bulu. Tersiar kabar, nama grup band akan diganti, sehingga personilnya ingin mengikat image mereka dengan gambar. Dan akhirnya dipilihlah gambar bulu, yang menggambarkan impian mereka. Namun hingga akhir tahun 2010 nama grup band itu masih kita kenal sebagaimana mula ia terbentuk. Konon, penundaan penggantian nama tersebut dipicu oleh masalah yang menimpa Ariel.

Apapun itu, entah mau berganti nama atau tidak, masyarakat penikmat dan penggemar karya-karya Peterpan ingin agar grup band ini tetap terus berkarya. Penggantian nama hanyalah simbol, namun visi misi dari grup mereka tetaplah dipertahankan dan dikembangkan. Biarlah logo bergambar bulu, semakin menegaskan kepada dunia bahwa grup band ini masih tetap ingin terbang.

Kesungguhan grup band ini dalam menggarap lagu dan membuat video klip, mengarahkan ide kreatif dan keterampilan mereka untuk memberikan yang terbaik, itulah yang akan selalu dikenang dan dinantikan para penikmat maupun penggemarnya. Karena sebuah karya yang bagus tidak akan lekang oleh waktu. Ia tetap akan jadi sejarah. Lebih khusus kita sebut saja sejarah musik Indonesia. Meskipun, yang diminati hanya kalangan tertentu. Namun jauh lebih baik memiliki karya seni yang berkualitas dengan sedikit peminatnya daripada karya picisan yang laris manis di pasaran yang tak mendidik. Begitulah kira-kira kata seorang budayawan Indonesia beberapa tahun lalu, dan di sini saya mengaitkannya dengan musik yang juga adalah karya seni.

Akan tetapi persoalan ini dikembalikan kepada sang pembuat karya, apakah ia ingin berkarya hanya karena ingin mencari sesuap nasi, ataukah jiwanya terpanggil untuk bergelut di dunia seni dan memberikan sesuatu yang menginspirasi masyarakat?
Saya sebagai salah satu dari sekian banyak penikmat dan penggemar karya-karya Peterpan berharap, grup band ini termasuk yang kedua.

Kalau grup band berlogo bulu ini memang terpanggil untuk terus mengembangkan potensi mereka, maka nantikanlah mereka! Mereka tak akan takut melangkah. Mereka pasti terus berjalan walau terang itu habis.
Justru dari segala problema inilah, karya mereka mungkin jauh lebih bagus karena mereka sudah mengalami bagaimana rasanya panas api yang membakar tubuh.

Iklan

One comment on “PETERPAN: Makna dalam Karya – dikenang & dinanti

  1. erwin aditya berkata:

    peterpan adalah band yg pantas di kagumi jempol.tdk sprt band lainya yg sangt sulit kita mengerti apa maksd dr lirik lagu yg dinyanyikan.bisa dikatakan CENGENG

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s