Pengorbanan: Adakah Kepedihan seperti yang Kurasakan?

by George Herbert

jesus-suffering-org-arty

Sumber gambar: thejaggedworddotcom

Oh, kalian semua, yang sedang lewat, yang memiliki mata dan
pikiran yang tajam
Akan hal-hal dunia ini, tapi bagiku kalian buta;
Bagiku, yang menatap yang aku ingin kau temukan:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Para pemimpin rakyatku yang mengajukan tuntutan
Melawan pencipta mereka; mereka menghendaki aku mati
Tiada lain yang mereka kehendaki, kecuali aku memberi
mereka roti
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Tanpa diriku setiap mereka, yang kini berani,
Padahal dulu sebagai budak di mesir.
Mereka pakai kuasa terhadap diriku, yang aku beri:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Muridku sendiri, yang bertugas membawa perbekalan,
Walau dia punya segala yang kupunya, juga tidak tahan
Untuk menjualku pula, dan mengiringku ke tiang salib:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Untuk tiga puluh keping perak dia pikirkan kematianku,
Siapa yang relakan tiga ratus harga wewangian,
Tiada setengah dari manisnya pengorbananku:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Itu sebabnya jiwaku hancur, dan lubuk hatiku
yang terdalam
Menetesekan darah (hanya itulah butiran yang menetes)
untuk setiap kata yang kuucapkan:
Biarlah cawan ini lalu daripadaku, tetapi janganlah seperti yang
kukehendaki, melainkan seperti yang kau kehendaki:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Tetesan-tetesan ini ditempa dengan air mata orang berdosa
Balsam diberi untuk kedua belah bumi semesta:
Sembuhkan segala luka, bukan lukaku; semuanya, tapi
bukan takutku saja
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Murid-muridku tertidur; tidak kudapatkan
Mereka berjaga-jaga satu jam saja; kantuk yang
mereka alami
Tak menenangkanku, dan ajaranku pun pudar:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Bangun, bangun, mereka datang. Lihat bagaimana mereka
bergegas!
Ah! begitu tergesa-gesanya mereka untuk pekerjaan yang
sia-sia!
Bayangkan, dengan lentera mereka mencari matahari!
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Dengan suluh dan senjata mereka mencari aku, sekaan-
akan aku ini penyamun,
Aku adalah Jalan dan Kebenaran, sang kelepasan sejati;
Kelepasan yang nyata bagi mereka yang menjadi sumber
kepedihanku yang terdalam:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Yudas, engkau menyerahkan dengan ciuman?
Adakah kau temukan kematian pada bibirku? sedangkan
Kehidupan terlewat darimu, persis di pintu gerbang
kehidupan dan berkat?
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Lihat, mereka pegangi diriku, bukan dengan tangan iman,
Tetapi dengan murka: namun atas perintah mereka,
Aku menderita karena diikat, yang menjadikan ikatan mereka terbuka:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Semua muridku melarikan diri, takut menjadi penghalang
Antara aku dan sahabat-sahabatku. Mereka tinggalkan
Sang bintang,
Yang membawa orang-orang majus dari jauh.
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Maka dari satu penguasa ke penguasa
Mereka membawa aku; memaksa tanpa terdengar
Yang kuajarkan: komentar untuk ujian mengejutkan lara.
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Para imam dan penguasa semua jadi saksi palsu
Untuk melawan dia, yang mencari hidup.
Tetapi yang adalah domba yang pasrah dan siap untuk
Dikorbankan bagi minggu paskah:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Maka mereka menuduh aku sebagai penghujat besar,
Bahwa aku telah mengatakan hal yang salah tentang
Sang Ilahi,
Padahal tak pernah terpikir suatu kecurangan terhadap Dia:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Ada yang berucap, dalam tiga hari akan kuhancurkan
Bait suci dan membangunnya bak semula lagi.
Mengapa tidak? Dia yang membentuk dunia dapat berbuat lebih:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Maka mereka sepakat menghukum aku dalam tarikan
nafas yang sama,
Yang aku berikan kepada mereka setiap hari,
sampai ajal tiba.
Demikianlah Adam kuhembuskan nafas pertama:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Mereka mengikat, dan membawa aku kepada Herodes: dia
Kirim aku kepada Pilatus. Ini membuat mereka berdamai;
Namun persahabatan mereka adalah untuk melawanku:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Herodes dan seluruh pasukan melihatku jelas,
Siapakah yang ajarkan semua tangan untuk berperang,
Jemariku bertikai tangkas,
Hanya akulah Tuhan semesta alam dan yang berkuasa:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Herodes duduk di kursi pengadilan, sedang aku berdiri;
Ia memeriksa aku dengan teliti:
Aku taat padanya, aku yang memerintah segala sesuatu:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Orang Yahudi menuduhku dengan penuh kebencian;
Membalas kelembutanku dengan kedengkian
Dan bertikai dengan satu-satunya kebahagian mereka:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Tak ‘ku jawab apapun, selain kesabaran bukti tak bersalah
Jika saja hati yang membatu akan lumer akan kasih
yang lembut
Namun siapa menukarkan rajawali dengan seekor merpati?
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Dengar, bagaimana mereka masih berteriak lantang,
Salibkan: dia tak layak hidup, teriak mereka,
Dia yang tiada dapat hidup kurang dari kekekalan:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Pilatus, seorang dari bangsa lain, mengundurkan diri; tetapi
mereka,
Bangsaku sendiri, berteriak, enyahkan, enyahkan dia,
Dengan keriuhan yang mencekam hari itu:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Namun mereka tetap berteriak, menjerit, dan menutup
telinga mereka,
Menaruh nyawaku di antara dosa dan ketakutan mereka,
Dan itu sebabnya mereka mau darahku ditanggungkan atas diri mereka:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Lihat, betapa kedengkian merusakkan segalanya. Kata-kata
ini yang dengan benar
Dipakai, dan diidamkan, adalah terang dunia:
Namun madu adalah empedu mereka, cahaya gemerlap
adalah malam mereka:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Mereka memilih seorang pembunuh, dan semua setuju
Untuk melakukan kebaikan kepada orang itu:
Sebab yang tertutama bagi mereka adalah membunuh aku:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Dan dia adalah seorang pembunuh dan pemberontak:
Namun aku raja damai; damai yang melampaui
Segala pemahaman; hanya jelas di sorga
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Ah! kaisarlah yang menjadi raja mereka satu-satunya,
bukan aku:
Dia pecahkan batu karang, saat mereka kehausan;
Namun bukan hati mereka, seperti yang aku lakukan
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Ah! Betapa mereka cambuki diriku! Namun kelembutanku
Gandakan tiap cambukan: dan kepahitannya
Menghunjam dukaku ke dalam misteri:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Mereka menampar dan memukulnya dengan semena-mena,
Memukul dia yang meraih bumi dan langit dengan
kepalan tangannya,
Dia tak pernah luput menghajar seorang hukuman:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Lihat, mereka meludahi aku dengan penuh penghinaan,
Sedangkan aku dengan ludahku sembuhkan mata
orang buta,
Dan meninggalkan kebutaan bagi musuh-musuhku:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Wajahku mereka selubungi, walau terpancar sinar ilahi.
Bagai wajah musa yang berselubung, begitu pula wajahku,
Agar jangan sampai jiwa mereka yang gelap pekat itu
ikut bercahaya:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Para hamba dan sahaya mencemooh aku; olok-olok mereka:
Kini nubuatlah siapa yang memukulmu, adalah nyanyian mereka.
Itu sebabnya kepadaku mereka menyangkal semua rasa iba:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Dan kini aku diserahkan kepada kematian,
Yang mana setiap orang menjalaninya dengan nafas
yang penghabisan,
Dia yang di hadapanku akan menderita sekali:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Jangan menangis, kawan, sebab akupun merintih
Saat semua airmataku berupa darah, saat engkau tertidur pulas:
Simpanlah airmatamu untuk kebaikanmu sendiri:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Para tentara membawa aku ke ruang sidang;
Di sana mereka mengejek aku, mereka hina aku
bukan kepalang:
Padahal aku bisa memanggil 12 legiun malaikat untuk
membelaku:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Lalu mereka mengenakan jubah ungu kepadaku;
Yang menyingkapkan darahku sebagai jalan satu-satunya
Dan tulus untuk memperbaiki kerusakan manusia:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Maka pada kepalaku terpasang mahkota duri:
Untuk inilah semua anggur yang dihasilkan oleh Sion,
Walau anggurku ditanam dan diari di sana:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Maka kutukan terhadap bumi saat kejatuhan Adam duduk
Di atas kepalaku: supaya dapat kuhapus semuanya itu
Mulai dari bumi hingga ke alisku, dan menanggung
perbudakan tersebut:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Dengan sebatang buluh yang sebelumnya mereka berikan,
Mereka hantam kepalaku, batu karang yang menyimpan
Semua berkat sorgawi senantiasa:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Mereka berlutut kepadaku, dan berseru, salam ya raja:
Apa pun ejekan dan kekejaman yang dilampiaskan,
Aku adalah alas, tempayan, tempat mereka melontarkan semuanya:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Namun karena tongkat kerajaan manusia serapuh buluh,
Dan mahkota mereka penuh duri, pakaian kebesaran mereka berlumuran darah;
Aku, sang kebenaran, mengubah perbuatan mereka
menjadi kebenaran:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Para prajurit meludahi wajah itu,
Wajah yang dirindukan para malaikat untuk
mendapatkan anugerah,
Dan yang dicari oleh para nabi, namun tak menemukannya:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Mereka menyeretku ke tengah kerumunan,
Mereka berteriak salibkan Dia, berteriak sekuat tenaga.
Allah menahan damai-Nya, dan manusia berteriak
kesetanan:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Mereka menyeretku masuk sekali lagi, dan kemudian
Dikenakannya pakaianku lagi;ditariknya lagi aku keluar.
Sang iblis menghampiri, ia dipermainkan di tengah-tengah manusia.
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Dan setelah letih mempermainkanku, dengan senang hati
mereka
Melampiskan seluruh dendam mereka, memperhitungkan
hidupku sebagai kerugian mereka,
Mereka membawaku kepada kayu salib yang
memedihkan hati:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

O, kalian semua yang berlalu, lihat dan pandanglah,
Manusia mencuri buah, namun, aku harus naik
ke pohon itu;
Pohon kehidupan bagi semua, kecuali bagi aku:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Di sini aku tergantung, dibebankan dosa seluruh dunia,
Semakin besar dunia, untuk itu ‘ku datang
Dengan kata-kata, hanya melalui derita ini aku menangkan:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Duka seperti itu, andai manusia berdosa bisa
merasakannya,
Atau ikut ambil bagian di dalamnya, dia tak akan
berhenti berlutut.
Sampai segalanya luluh, walau dia setegar baja:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Tetapi, Allahku, Allahku! Mengapa Engkau meninggalkan aku,
Putra, yang kepada-Nya Engkau berkenan?
Allahku, Allahku-
Tak pernah ada kepedihan seperti yang kurasakan.

Kehinaan mencabik-cabik jiwaku, tubuhku ditorehi
banyak luka;
Paku-paku tajam menembus tubuh ini, namun kutukan
lebih tajam menghunjam:
Kehinaan berdiri bebas, sedangkan diriku terbelenggu
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Sembuhkan dirimu sendiri, hai tabib; turunlah.
Ah! itu telah kulakukan, saat kulepaskan mahkotaku
Dan kutinggalkan senyum bapaku hanya untukmu, untuk
merasakan murkanya:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Dalam keengganan untuk menyembuhkan diriku sendiri,
Tersimpanlah keselamatan, yang kini kautolak;
Dalam kesakitanku tinggal kedamaianmu:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Di antara dua perampok aku hembuskan nafas terakhir,
Tak ubahnya dengan penyamun yang menderita
karena hukuman.
Apa yang kucuri darimu? maut.
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Aku adalah raja, namaku dijunjung tinggi;
Namun oleh rakyatku aku dihukum mati
Dengan kematian hina di tengah-tengah kumpulan hina:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Mereka membagi-bagi pakaianku, dan membuang undi
atas jubahku, contoh kasih, yang pernah
menyembuhkan mereka
Yang mencari pertolongan, dan yang tak pernah
mencari musuh:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Tidak, setelah aku mati kebencian mereka tak jua reda:
Karena tak lama kemudian mereka akan menikam
lambungku, aku tahu benar itu;
Saat dosa datang, sakramen-sakramen pun tercurah:
Adakah kepedihan seperti yang kurasakan?

Namun kini aku mati; kini semua genaplah.
Deritaku adalah kebahagian manusia: dan sekarang
kutundukan kepalaku.
Biarlah saat aku mati, orang lain memberikan kesaksian
bahwa,
Tak pernah ada kepedihan seperti yang kurasakan.

Iklan
This entry was posted in Puisi.

3 comments on “Pengorbanan: Adakah Kepedihan seperti yang Kurasakan?

  1. […] Baik, mengenai membaca puisi ini, penulis mengusulkan tiga penyair yakni, John Donne, George Herbert, dan Robert Siegel. Dari ketiga penyair yang disebutkan namanya ini, saya sendiri pernah mengutip puisi George Herbert yang berjudul ‘Adakah Kepedihan seperti yang Kurasakan?’ dan saya salin ke blog pribadi dulu sewaktu masih kuliah. Berikut ini linknya: https://anicetunayt.wordpress.com/2011/04/21/pengorbanan-adakah-kepedihan-seperti-yang-kurasakan-2/ […]

    Suka

  2. […] Baik, mengenai membaca puisi ini, penulis mengusulkan tiga penyair yakni, John Donne, George Herbert, dan Robert Siegel. Dari ketiga penyair yang disebutkan namanya ini, saya sendiri pernah mengutip puisi George Herbert yang berjudul ‘Adakah Kepedihan seperti yang Kurasakan?’ dan saya salin ke blog pribadi dulu sewaktu masih kuliah. Berikut ini linknya: https://anicetunayt.wordpress.com/2011/04/21/pengorbanan-adakah-kepedihan-seperti-yang-kurasakan-2/ […]

    Suka

  3. anicetunayt berkata:

    Reblogged this on ANICE.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s