Topeng

1PC-NO-EMOTION-Thicken-Quality-jabbawockeez-Ghost-Dance-Mask

Sumber gambar: aliexpress

*Topeng-topeng

Seorang gadis kecil
Ia imut dan lucu
Begitu manis
Aku menyukainya
Bahkan jatuh cinta padanya
Aku mencari tahu tentangnya
Rajin mengikuti setiap perkembangannya.

Hingga di suatu hari baik
Tak sengaja aku melewati tempat tinggalnya
Tak kusangka ia begitu buruk rupa
Ah, ini??

Rupanya ia memasang topeng setiap kali keluar rumah
Aku tak lagi suka padanya
Malahan aku jijik melihatnya
Membayangkannya, aku jadi muak

DASAR… MASIH BOCAH, SUDAH PINTAR MEMAKAI TOPENG

Aku mengumpat tentangnya
Aku terus menuju lapangan

Di sana… banyak sekali orang
Baru kutahu mereka pun bertopeng
Entah kenapa, ramai-ramai mereka memandangiku

Aku balik memandang mereka
Makin mendekati mereka untuk kutahu ada apa
Makin banyak pula yang menatap aneh padaku
Aku memarahi mereka
“Kenapa kalian pandangi aku begitu? Memangnya aku pakai topeng monster?”  dengan kasar kubentak mereka
“Eh, kok nyadar juga dia. Sudah tahu pakai topeng, pake marah-marah lagi,” sinis seorang pemuda, yang topengnya bertanduk rusa
“Hah? Aku? Bertopeng? Mana? Ya, sudah. Memangnya kau pikir kau tak bertopeng?
Kau yang bertopeng. Lihat, topengmu sendiri sudah bertanduk rusa. Berlapis dua lagi,”
balasku sengit.
“Lho, punyamu sendiri tanduknya aneh. Sudah berlapis banyak, berjuntai panjang begitu pula. Makanya kami di sini jadi heran.”
Hah…..? Lho, kok bisa?

by Anaci Tnunay

**Biar dibilang Aneh, Asal Aku Bahagia

Aku benci pakai topeng
Ke mana-mana selalu saja menempel, otomatis
Aku benci. Benar-benar benci
Kenapa hanya karena biar dilihat orang aku ini bagus, maka topeng ini kupasang

Oh Tuhan, kalau saja bisa kulepaskan topeng yang sudah melekat pada diri ini,
Biarlah dia lepas
Biar aku dibilang aneh
Biar aku dibilang gila
Asal aku sendiri bisa bahagia.

Hai, orang-orang bertopeng
Hai, orang-orang munafik

Dirimu tidak lebih aneh dariku
Bahkan mungkin lebih gila dariku
Kini aku mau lepas topengku,
Biar aku dibilang aneh
Biar aku dibilang gila
Asal aku bahagia

by Anaci Tnunay

“Saya menulis puisi ini sudah beberapa waktu yang lalu lantas saya tinggalkan mungkin sekitar tiga bulan. Tiba-tiba dua minggu lalu  di perpustakaan kampus saya temukan sebuah puisi dalam satu buku literature setebal Alkitab, yang mirip sekali dengan punya saya yang ini, maka sekalian saya mempostingnya. Kamu mesti tahu, saya belum pernah membaca puisi ini sebelumnya”   :(…. 🙂

***We Wear the Mask
by Paul Laurence Dunbar (1872-1906)

We wear the mask that grins and lies,
it hides our cheeks and shades our ayes-
this debt we pay to human guile;
with torn and bleeding hearts we smile,
and mouth with myriad subtleties.

Why should the world be over wise,
in counting all our tears and sighs?
nay, let them only see us, while
we wear the mask.

We smile, but, O great Christ, our cries
to the from tortured souls arise.
We sing, but oh the clay is vile
beneath our feat, and long the mile;
but let the world dream otherwise,
we wear the mask!

quote-we-wear-the-mask-that-grins-and-lies-it-hides-our-cheeks-and-shades-our-eyes-this-debt-we-pay-paul-laurence-dunbar-305236

Sumber: izquotes.com

Berikut ini hanya tambahan foto saya dan kawan-kawan sewaktu dalam acara prom night di  Teachers College UPH tahun 2011

262375_2155991944348_187477_n

Iklan

3 comments on “Topeng

  1. […] Ternyata bukan saya seorang yang terkaing-kaing tentang topeng..:p Puisi topeng itu ada di sini: https://anicetunayt.wordpress.com/2011/05/23/topeng/) Ia menghargai apa yang disebut peraturan, loyalitas, dan pengorbanan, namun apa yang sebenarnya […]

    Suka

  2. […] Dunbar. Waktu itu saya senang sekali. Ternyata bukan saya seorang yang terkaing-kaing tentang topeng..:p] Ia menghargai apa yang disebut peraturan, loyalitas, dan pengorbanan, namun apa yang […]

    Suka

  3. […] tapi saya memang sengaja hanya menyoroti bagian ini. Saya selalu suka tulisan yang berkaitan dengan topeng. Baik itu puisi, prosa teater, ataupun teater. Maka itulah, dari buku Pengakuan yang […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s