Bocah-bocah Berkeriapan

Bocah-bocah berkeriapan

Bermandikan debu

Mengais rumput untuk sekadar mengganjal perut yang penuh cacing

Wajah dekil, hidung beringus

Siapakah yang mau membersihkan?

Kaki telanjang menyusuri trotoar

Menjajakan koran dari pintu ke pintu

Siapakah yang mau membeli?

Kutanya pagi namun enggan ia menjawab

Siang dan malam apalagi

Mereka mana mau peduli

Bocah-bocah berkeriapan

Sambil tertawa ia berkata,

Saya besar mau jadi kernet angkot

Tiap hari kemana-mana pegang duit, siapa tidak senang

Dan tawanya terus membahana

Pak, bu… Tentunya kau tidak hanya mau diam, bukan???

Iklan
This entry was posted in Puisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s