Tanggapan Singkat Buku “Antusiasme” Fida Abbott

20170214_063627Berbeda dengan Art of Novel, kumpulan esai Milan Kundera, buku yang diterbitkan Yayasan Komunikasi Bina Kasih tahun 2011 ini tergolong ringan. Saya membacanya selama duduk di bangku antrian pengurusan kartu ATM (tak perlu sebut merek) saya yang bermasalah kemudian berlanjut ke urusan panjang pembaruan KTP di kantor Dispenduk Oelamasi, kab Kupang yang kerontang dan berangin kencang.

Salut dengan Mrs Abbott yang adalah seorang IRT, juga bekerja paruh waktu di pasar swalayan, memiliki seorang anak perempuan berumur lima tahun, serta juga menjadi redaktur pelaksana di website KabarIndonesia.

Ia seorang yang tak suka berleha-leha. Setiap waktu ia gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Selain menulis di website KI, di beberapa blog pribadinya, mengecek dan membalas email, mengirim kartu ucapan kepada kerabat dan kenalan, menjadi pekerja paruh waktu, mengurus anak dan suami sebagai prioritasnya, ia pun suka memasak dan berkebun. Kalau tentang membaca, menulis,  memasak, dan berkebun, saya mengingat seorang penulis perempuan Indonesia yang juga luar biasa dan sangat menginspirasi. Beliau adalah Bunda Naning Pranoto. Kalau di buku Antusiasme, terbaca Mrs Abbott meleburkan kegiatan memasak dan menulis sehingga menerbitkan sebuah buku memasak, maka Bunda Naning Pranoto, selain memasak dan berkebun yang sudah lama dilakoni, belakangan ini beliau banyak terlibat dalam penyelenggaraan lomba-lomba menulis baik cerpen atau puisi terkait seruan untuk menjaga dan merawat bumi dengan istilah Sastra Hijau.

Kembali ke Antusiasme. Memang dalam buku ini, kekurangan yang bagi saya sangat menonjol adalah selain menuturkan rutinitasnya sebagai IRT (walaupun ini mungkin dimaksudkan supaya, “Nih, lihat, seperti inilah pekerjaan seorang ibu rumah tangga yang seolah tak pernah ada habisnya, tapi saya masih bisa mengatasinya, dan bahkan masih sempat-sempatnya menyediakan waktu untuk menulis,”) terkadang dialognya mengulang apa yang sudah ia deskripsikan sebelumnya yang sebenarnya tak perlu.

Selebihnya, dari buku ini kita bisa berefleksi banyak tentang menjadi seorang perempuan yang menulis. Mengikuti ritme kerja dan hasratnya menulis, kesadaran pun terkuak dan bisa muncul kata-kata demikian, “Tolong, waktu bahkan 15 menit atau setengah jam itu penting dan berharga untuk kau pakai setidaknya untuk membaca atau menulis.”

Terima kasih untuk para perempuan hebat. :3 🙂

Iklan

3 comments on “Tanggapan Singkat Buku “Antusiasme” Fida Abbott

  1. Fida Abbott berkata:

    Sdri. Anice,

    Halo! Apa kabar? Senang sekali menemukan halaman ini. Terima kasih atas review dan apresiasinya. Atas interet-nya membaca buku ini pun saya ucapkan banyak terima kasih. Saya terharu dan ijin share ke blog Antusiasme ya. Ini link-nya: http://novelantusiasme.blogspot.com/2017/04/tanggapan-singkat-buku-antusiasme-oleh.html.

    Salam Antusias!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s