Menonton “Finding Forrester” 

movie-quote-finding-forrester

Sumber: whatascript

Satu lagi film tentang menulis. Judulnya “Finding Forrester“. Karena film ini tentang menulis, maka patutlah seusai menonton, saya pun ‘wajib’ melaksanakan apa yang menjadi pesan dari film tersebut.

Awalnya saya hanya buka tivi tanpa niat memilih chanel tertentu. Nyatanya, tulisan yang muncul pertama di bagian pojok kanan atas, “Finding Forrester” HBO family (Indovision). Membaca kata “Forrester”, sempat timbul di benak saya, sepertinya kata ini berarti sesuatu. Pernah saya dengar tapi entah itu di mana atau kapan. Penasaran, saya pun batal memencet tombol lainnya dan menonton di situ saja.

Rupa-rupanya, di awal-awal saya tangkap film tersebut mirip dengan film-film pendidikan yang sewaktu kuliah dulu diperkenalkan dan diputar di kelas. Seperti halnya Ron Clark atau Freedom Writers, Dead Poet Society, atau semacamnya.

Tiba di adegan tas sang pemuda dikembalikan sekaligus dengan coretan komentar sang kakek misterius, baru saya tangkap, “Tak salah lagi. Ini film tentang menulis. Dan Forrester adalah nama seorang penulis (entah di dunia nyata entah hanya di film).”

Hati saya gembira bukan main. Keletihan saya sehabis menempuh perjalanan jauh malam-malam dari satu daerah di dekat pelabuhan Kupang mengantar seorang siswa yang baru saja mendengar pengumuman lomba dan balik ke daerah dekat bandara menengok si adik bayi yang baru saja keluar dari rumah sakit serta merta hilang.

Kelegaan dan kepuasan saya berlipat ganda. Saya tiba sebelum orang-orang yang berkumpul berangkat tidur sehingga saya bisa sempat menyapa si adik bayi yang menjadi alasan larut-larut malam saya dari ujung barat Kupang menuju timur tepatnya Desa Penfui Timur.

Seusai mandi dan diminta memimpin doa tidur, mereka yang lain satu per satu bergerak pergi tidur, sementara saya iseng-iseng membuka tivi.

Sudah pukul 11 malam lebih sedikit. Tak apa, besok Sabtu. Memang ada parents meeting meski hari libur. Saya mendapat satu tugas kecil di gelombang ke-2 pukul 10.00. Bangun pagi memang tetap, tapi setidaknya tidak ada persiapan mengajar. Nikmatilah tontonan yang disajikan. Waktu yang tepat. Beruntung yang lain sudah pada mengantuk sehingga bisa saya sendiri mengusai tivi.

Di sela-sela waktu menonton, saya mengambil HP dan mencoba menelusuri kata finding forrester di internet. Saya cukup kaget. Film tersebut sudah dari tahun 2000/2001 dirilis. Sekarang sudah tahun 2016, dan saya baru tahu tentang film ini. Di manakah saya selama ini? Kenapa saya sama sekali tak pernah mendengar tentangnya? Saya bertanya-tanya sendiri namun itu tak berlangsung lama.

Biarlah sudah. Tak perlu disesali yang sudah berlalu. Toh, malam ini saya menonton juga. Bagi saya, terlambat tahu masih lebih baik daripada tidak sama sekali. So, tetap berterimakasihlah kepada Dia.

Berikut beberapa poin penting mengenai menulis dari film “Finding Forrester“:

# “Pertama-tama, menulislah dengan hatimu. Barulah kemudian menyusul kepalamu.” Demikian nasihat William Forrester kepada Jamal, sang tokoh utama.

# “Kunci utama menulis adalah menulis. Bukan berpikir,” kata Forrester menanggapi Jamal yang menjawab “Berpikir,” ketika ditanya apa yang ia lakukan.

# “Banyak penulis tahu aturan menulis, tapi mereka tak tahu bagaimana cara menulis.” Menjadi kalimat yang patut direnungkan.

# Perdebatan mengenai penggunaan kata ‘dan’ & ‘tetapi’ yang saya kira patut diketahui setiap orang, tak hanya bagi yang menulis.

# Selain pesan-pesan kepenulisan, terdapat juga nilai-nilai kekeluargaan, persahabatan, penghargaan, dll yang terkandung dalam film keren ini, “Finding Forrester“. :3 :3 :3

Btw, bagi siapapun yang sudah lama tahu film ini, saya ucapkan selamat buat Anda… 🙂

Iklan

3 comments on “Menonton “Finding Forrester” 

  1. […] Sebagai respons seusai menonton Finding Forrester, saya pun merasa perlu mengabadikannya..:). Maka itu saya pun menulis sedikit pesan yang didapat dengan judul Menonton Finding Forrester. […]

    Suka

  2. […] Menonton Finding Forrester […]

    Suka

  3. […] sedikit cerita tentang satu lagi film yang berkaitan dengan menulis setelah dulunya pernah menonton Finding Forrester dan The Freedom Writers atau ada satu film Korea yang berjudul It’s Ok, That’s Love, […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s