Kenapa dan Untuk Apa Menulis

395477_523524067667956_223206234_n

Sumber gamabar: writersedit

“Kenapa” dan “Untuk Apa” adalah pertanyaan yang selalu saya ajukan pada diri saya sebelum melakukan sesuatu. Termasuk di dalamnya adalah menulis. Kenapa dan untuk apa saya menulis?

 

Ada berbagai alasan kenapa saya menulis, dan tentu juga memikirkan tujuannya untuk apa saya menulis.

Saya menulis karena, yang pertama, saya memang butuh menulis. Hanya dengan menulis segala yang dirasakan, dipikirkan, dan dialami dapat diungkapkan dengan baik dan bebas (terutama dalam jurnal pribadi) hingga membuat kita merasa jauh lebih baik (lega dan terpuaskan).

Menulis membawa saya bercakap-cakap dengan Tuhan. Membuat saya untuk menengok ke dalam diri sekaligus diajak membuka jendela melihat ke dunia luar yang luasnya tak terukur.

Dengan menulis saya bisa jadi lebih tenang (kalem). Bisa duduk diam dan fokus di tempat. Dengan menulis, saya merasa bersyukur atas kehidupan. Adakalanya suatu pemikiran muncul dalam benak, sebab dengan menulislah Anda hari ini masih bisa berdiri dan berjalan dan bernapas.

Menulis itu juga belajar berbagi. Katanya pengalaman hidup tak boleh dimiliki dan dinikmati sendiri. Anda harus dan perlu untuk berbagilah dengan orang. Bercerita adalah salah satu bentuk berbagi. Itulah kenapa saya menulis cerita.

Menyangkut cerita, saya percaya ungkapan, we all, each of us, have a (great) story to tell. Tidak ada seorang pun yang tidak punya minimal satu cerita untuk diceritakan. Paling tidak bahkan ketika ia baru lahir pun ia sudah punya ceritanya tersendiri. Kapan ia lahir, di mana ia pertama kali nongol dan menghirup aroma bumi, serta bagaimana suasana atau atmosfer bumi saat itu yang menyambutnya. Belum lagi namanya yang mungkin punya arti khusus, belum lagi kisahan-kisahan perjalanan hidupnya. Setiap orang punya kisah yang berbeda dan unik yang tentu akan menarik bagi orang lain.

maxresdefault

Sumber gambar: https://i.ytimg.com

 

 

Menulis juga adalah salah satu cara mengabadikan momen. Sebuah pengalaman berkesan mestilah ia dipakukan agar kelak ia diingat dan dikenang. Bahwa ternyata perjalanan hidup saya ini indah betul. Terlepas dari entah itu pengalaman menyenangkan, menyedihkan, mengecewakan, mengharukan, dll. Semua itu menarik kita kepada rasa syukur tak terhingga kepada Dia, Pencipta dan Pemilik Semesta.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s