Secuplik Kenangan: Malam, Jalan Kaki, dan Toko Buku

PRK yang biasanya bertempat di gedung SD Lentera di Bonipoi mulai tahun 2017 ini sudah pindah lokasi di hotel Astiti. Sudah lebih dekat dengan tempat tinggal saya di Naikoten. Malam ini adalah ibadahnya yang pertama untuk tahun 2017. Saya diantar saudara saya yang kemudian meneruskan perjalanannya ke rumah om di Kuanino.

Seusai ibadah, tepat pukul 8.30 pm. Saya keluar dari hotel dan berjalan kaki ke toko buku. Rasanya bahagia sekali berjalan kaki malam-malam ke toko buku.

Kenangan sewaktu kuliah di UPH dulu kembali menari-nari di benak. Kala itu biasanya di hari Jumat malam atau Sabtu malam, saya atau kadang dengan teman, biasa bepergian ke mall atau ke pasar malam atau ke toko buku di area mall atau toko buku lain di gerbang kampus. Semua tempat itu hanya ditempuh dengan berjalan kaki. Kita hanya perlu menyebrang jalan lalu sampai di tiga tempat pertama itu, sementara toko buku yang satunya lagi berada di dalam area kampus yang juga bisa diakses publik karena lokasinya tepat di depan jalan.

Jalan-jalan ke tempat itu bukan berarti pergi untuk berbelanja atau berfoya-foya. Terkadang atau lebih tepatnya sering, kami pergi tanpa uang serupiah pun di tangan. Hanya sekadar jalan-jalan atau sebut saja cuci mata. Atau mungkin juga kalau ada yang ingin membeli kebutuhan harian seperti pasta gigi atau shampoo atau sabun atau kopi atau gula atau teh (karena memang di sekitar asrama tak ada kios atau minimarket sehingga satu-satunya tempat belanja hanya di hypermart atau foodmart di area mall sekalipun itu hanya kebutuhan kecil seremeh shampoo atau pasta gigi) mungkin ia hanya akan membeli sesuai keperluan, selebihnya berjalan melihat-lihat lalu singgah di toko buku di mall dan kalau tak puas di sana maka perjalanan dilanjutkan lalu singgah lagi di toko buku kedua di gerbang kampus.

Nama toko buku itu Times Bookstores yang kini sudah berganti menjadi “Books & Beyond”.  Toko buku di gerbang kampus ini punya tempat tersendiri di hati saya. Banyak cerita pahit manis terjadi di sana. Bahkan mungkin ia ikut menjadi saksi salah satu dari momen-momen tak terlupakan di Karawaci.

Nyaris seperti yang baru saya alami hari ini. Jumat malam. Ikut ‘Friday Night’ (ibadah rutin mingguan mahasiswa asrama). Ibadah selesai. Antri di pintu keluar. Tak segera pulang ke asrama. Cepat-cepat ke taman. Menunggu. Melangkahkan kaki dengan riang dan penuh semangat. Menuju toko buku. Mendekam di sana. Larut. Suara pengumuman. Toko buku akan segera ditutup-harap transaksi diselesaikan. Lampu-lampu dipadamkan. Terkejut dan tertawa. Melangkah keluar. Meniti setapak di taman. Kembali ke asrama. Tidur dengan mimpi indah. 🙂 🙂

Demikian secuplik kenangan tentang berjalan kaki malam-malam ke toko buku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s