Sebotol Kecil Bubuk Kopi Karamel

 

20170310_180150Siang tadi seusai beberapa aktivitas di luar, saya kembali ke meja kerja saya di kelas. Ternyata di atas meja saya, ada sebotol kecil bubuk kopi karamel dengan secarik sticky note.

Menengok isi botol dan membaca notes itu, saya pun senang dan terharu. Betapa tidak, bubuk kopi karamel dan notes itu dari sang kepsek yang juga adalah kawan baik saya. Ia baru saja balik dari negeri kangguru beberapa hari lalu, setelah selama tiga minggu mengikuti short course dari program Australia Awards.

Sebenarnya saya cukup heran ia memberi saya kopi, di luar oleh-oleh lain yang juga dibagi-bagi dengan kawan-kawan lain se-SMP/A LH Kupang, mengingat biasanya ia seorang yang sering mengingatkan saya untuk jangan keseringan minum kopi dan jangan keseringan tidur larut… 🙂 😀 Namun ketika kepadanya saya bilang saya membatasi minum kopi sehari secangkir, ia pun tampaknya mengerti. Maka itulah hari ini, saya mendapat sebotol kecil bubuk kopi karamel dari Australia (walaupun di bagian keterangannya tertulis, Made in Netherlands….:D)

Niat awal tulisan saya ini sebenarnya bukan tentang bubuk kopi karamel, tapi ada beberapa hal lain. Hal pertama adalah tentang pengalaman kami sewaktu kuliah karena sekarang saya sementara mengumpulkan kembali kepingan-kepingan cerita semasa studi di UPH dalam rangka menyongsong 10 tahun sejak hari pertama menginjakkan kaki di pelataran UPH dan merasakan atmosfer Karawaci (bukan proyek besar atau sejenisnya. saya saja yang memang lagi ‘cari kerja’ :p). Hal kedua adalah cerita tentang kami berdua yang sama-sama terpilih sebagai peserta IN di Bali. Hal ketiga menyangkut keikutsertaannya dalam program short course Australia Awards ini yang awalnya ketika ia diinformasikan dari Dinas PPO Kota Kupang, ia sendiri bahkan tidak tahu-menahu apa itu Australia Awards. Hal keempat sekaligus yang sebenarnya sudah lama terpikirkan karena secara pribadi saya adalah salah satu orang yang terberkati akan keberadaan dirinya di tengah-tengah keluarga Lentera Harapan Kupang, yakni tentang profil pribadinya dan cara ia menjadi leader kami di sekolah, khususnya di SMP. Hanya saja ketika memulai menulis, justru kalimat pertama yang tertuang adalah seperti yang terbaca di atas.

Menyangkut hal pertama, ada satu pengalaman kami yang paling berkesan di tahun pertama kuliah. Cerita pengalaman itu, secara lisan, sudah berulangkali saya ceritakan, baik kepada kawan-kawan atau kenalan saya ataupun kepada anak-anak murid saya kalau diminta menceritakan satu pengalaman berkesan selama kuliah. Hanya saja, sampai hari ini pengalaman berkesan itu sama sekali belum dituliskan. Padahal sudah lama sekali saya ingin memahatkannya dalam bentuk tulisan. (Nah, setidaknya tulisan sebotol kecil bubuk kopi karamel ini sudah menjadi pemantik untuk mengorek kepala saya demi bisa menuliskan kembali kepingan kisah yang saya maksud). Kepingan kisah itu baiknya silakan dibaca di kategori Insiden Pukul Tiga Dini Hari. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s