Assessment as a Blessing

Assessment as a Blessing. Penilaian sebagai Berkat. Tapi sepertinya lebih bagus kedengarannya atau bisa juga diartikan dengan Penilaian itu Ibadah. πŸ™‚ πŸ™‚

Kalimat ini terus terngiang di telinga tatkala saya sementara menyusun soal-soal untuk TO dan US kelas 9. Terus terngiang sejak PD beberapa minggu lalu di SDH Kupang.

Materi di PD semester ini lebih fokus kepada assessment atau penilaian. Sebenarnya PD semester lalu pun materinya sama tentang assessment, hanya waktu itu lebih membahas tentang formative assessment dan summative assessment. Nah, di semester ini lebih fokus ke formative. Tapi di sini saya bukan mau ngomong tentang formative. Toh , di atas sudah saya bilang, kalimat ‘Assessment as a blessing’ ini terus terngiang di kepala saya. Sudah berlangsung beberapa hari sejak hari sesudah mengikuti PD bersama beberapa guru dari SPH Kemang Village, Jakarta dan tim PDCE SLH.

Btw, saya bersyukur sekali dengan adanya PD yang diadakan tiap dua tahun sekali oleh tim PDCE. Setiap PD yang diikuti selalu saja ada hal baru yang didapat. Dunia ini (:D), maksud saya, di saat sekarang ini dunia menyediakan banyak informasi baik dari buku, jurnal, dan internet, tapi tetap saja tiap mengikuti PD pasti ada selalu yang dibawa pulang dan menetap.

Contohnya, ya, kali ini baru-baru tentang assessmen as a blessing. Maafkan saya lebih suka menyebutnya assessment as a blessing’ daripada ‘Penilaian sebagai Berkat’, padahal saya guru mata pelajaran guru Bahasa Indonesia. Bukan maksud saya menganggap pengucapan Bahasa Indonesia tidak keren. πŸ™‚

Sebenarnya sebutan itu pernah juga disampaikan sewaktu PD semester lalu hanya mungkin sewaktu saya mendengarnya saya tidak sebegitu menaruh perhatian sehingga bisa terlewat begitu saja. Baru kali inilah saya agak ‘ngeh’ dengan maksud ungkapan itu.

Merasa tertarik dengan ungkapan ‘assessment as a blessing’, saya mencoba mencari-cari lagi di google lantas ada beberapa hasil pencarian muncul, tetapi ada satu yang paling menarik perhatian yakni buku Metaphors We Teach By dengan salah satu kontributor sekaligus editornya adalah Harro Van Brummelen.

20170315_143457 - CopyNama yang begitu akrab di telinga anak-anak Teachers College UPH karena bukunya yang berjudul Walking with God in the Classroom atau seperti yang diterjemahkan dan dicetak UPH Press dengan judul Berjalan dengan Tuhan di dalam Kelas, harus selalu disertakan sebagai referensi utama setiap membuat makalah apapun itu. πŸ™‚ πŸ˜€

Mengingat Van Brummelen, tak hanya tentang Walking with God in the Classroom, tapi juga tentang Steppingstones to Curriculum: A Biblical Path. Buku ini pun diterjemahkan dan dicetak bahkan juga diluncurkan di UPH waktu tahun 2008. Acaranya berlangsung di grand chapel. Sebagai mahasiswa TC, kami semua tentu ikut hadir dalam acara peluncuran buku Batu Loncatan Kurikulum Berdasarkan Alkitab. Sempat diliput juga kegiatan hari itu. Saya baru saja membuka dan membacanya di sini. Ternyata pada gambar yang dipajang, ada satu mahasiswa bersama Bapak Harro Van Brummelen. Ast**a, tawa nyengir Ka Feby, sepupu saya, ikut nongol di sana. πŸ˜€ πŸ˜€

Btw, mestinya judul tulisan ini bukan saja Assessment as a Blessing, tapi mungkin Assessment as a Blessing dan Ingatan tentang Harro Van Brummelen. πŸ™‚ πŸ™‚ 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s