Aplikasi Spontan 3R ala Vio

Kegiatan SLC (Student Led Conference) yang sedianya Jumat, 17 Maret 2017 tidak jadi dan ditunda Kamis, 23 Maret 2017. Materi pelajaran saya sesuai kurikulum sudah saya atur selesai di minggu kemarin. Jadi minggu-minggu ini saya hanya masuk mengisi jadwal. Kalau saya berpikir singkat dan biar tak repot-repot maka kelasnya diisi movie time. Mudah dan praktis. Tapi saya melihat karena agenda yang berubah itu, beberapa guru lain yang perencanaan materinya sudah selesai juga mengadakan movie time. Pikir saya kalau di semua pelajaran ada movie time apa tidak bosan nantinya? Maka baiklah saya buat satu kegiatan yang saya sendiri pun tak bisa mendefinisikan apa nama kegiatan. Apa itu games atau kuis atau mungkin ada sebutan lain saya tak bisa mengkategorikannya ke dalam nama tertentu.

Awalnya saya berpikir untuk games. Tapi games yang sudah saya siapkan butuh tempat di luar dan ketika tiba kelas pertama, justru hujan turun deras sehingga tidak bisa dipraktikkan.Jadilah diadakan kegiatan tak bernama itu. Hanya kepada anak-anak saya bilang kegiatan ini semacam uji komunikasi. Sebut saja ini adalah tentang tiga hal penting dan berguna (versi saya) yang saya ingin kamu tahu. Topiknya bebas. Tentang hal apa saja.

Saya memulainya lebih dahulu dengan tiga hal penting dan berguna versi saya yakni berkaitan dengan KFC (knowledge, faith, and character), visi sekolah tentunya..:D. Hal pertama berkaitan dengan seorang tokoh sastra saya pakai gambar, hal kedua berkaitan dengan iman dan isu SARA saya pakai demonstrasi, hal ketiga tentang kebersihan kelas langsung dengan aksi. 😀 Maksud saya tiga hal penting dan berguna itu disampaikan dengan cara semenarik dan seunik mungkin sehingga tidak mudah dilupakan oleh pendengar.

Seusai kelompok dibentuk dengan tiga orang per kelompok, mereka berdiskusi. Ketika tiba waktunya presentasi, dapat dilihat topik yang diambil pun beragam, demikian juga cara mereka menyampaikan. Ada yang mengambil materi pelajaran BioKim dengan menggambar-gambar di papan tulis berhubung seusai jam saya mereka akan ada ulangan harian, ada yang mengambil kutipan-kutipan pesan alkitab, ada yang dengan menunjukkan poster yang dibuat secepat kilat, ada yang dengan role play, ada yang dengan menyanyikannya, dan macam-macam aksi mereka. Masing-masing kelompok berusaha semaksimal mungkin menyampaikan dengan cara yang menarik dan berkesan, sebab mereka tak mau pesan mereka mudah dilupakan temannya. Gagalnya pesan tersampaikan bukan saja salah pihak pendengar, namun bisa juga adalah pihak pemberi pesan. Sesuai yang diinstruksikan, selesai semua kelompok presentasi yang mana pesan yang disampaikan itu tak boleh dicatat pada media apapun, akan diadakan uji komunikasi. Uji komunikasi yang dimaksud adalah anak diambil nama secara acak menggunakan chop stick untuk menyebutkan kembali pesan yang disampaikan kelompok tertentu yang juga dipilih acak. Saat presentasi berlangsung, saya duduk di deretan bangku-bangku mereka di belakang dan memantau.

20170323_081305-1Hari ini di salah satu kelas adalah yang terunik dan berkesan yang menjadi alasan kenapa saya perlu memahatkannya. Saat itu saya sementara duduk di antara bangku-bangku siswa. Di samping kiri-kanan saya duduk juga siswa yang diam mendengarkan dan berusaha mengingat pesan temannya (bentuk dukungan agar pemberi pesan tidak sia-sia menyampaikan pesannya). Di depan kelas, satu kelompok baru saja selesai memberi pesan dalam bentuk role play terkait 3R (respect, responsibility, readiness), slogan paling terkenal di Lentera :D. Giliran satu kelompok berikut dipanggil maju. Kelompok baru ini adalah yang duduk di samping kiri saya. Ketika salah seorang di antara mereka beranjak, entah bagaimana kursi yang ia duduki pun terangkat dan terdorong ke belakang. Spontan, salah satu siswa yang duduk di samping kiri saya, Vio namanya, kecil orangnya, dengan gesit dan sekali lompat langsung mencegah jatuhnya kursi tersebut (yang apabila dibiarkan tentu saja mengenai kaki saya) dan mengembalikan ke tempatnya semula kemudian ia sendiri kembali duduk.  Siswa yang lain yang sempat melihat jatuhnya kursi tersebut sempat kaget dan langsung merasa lega lantas memberi tepuk tangan senang dan bangga kepada Vio. Saya sendiri cukup kaget dan terpukau sekali dengan aksinya. Betapa cepat ia bergerak, mengalahkan kecepatan kesadaran saya akan bangku yang hampir jatuh. Mengapresiasi tindakan kepahlawanannya (:)), saya beranjak ke tempatnya dan merangkulnya. Ah, bocah manis♥:).

20170213_113148Presentasi kelompok dilanjutkan hingga selesai 10 kelompok. Tiba saatnya uji komunikasi. Namun sebelum instruksi lanjutan diberikan, saya perjelas lagi aksi Vio tadi. Aksi Vio itu dapat disebut aplikasi spontan 3R :). Kenapa? Karena pada saat yang sama, ia sudah memiliki apa yang disebut sebagai readiness (selalu siap kapanpun waktunya), memiliki responsibility (merasa bertanggungjawab memberi keamanan/rasa aman kepada orang lain), serta respect (karena ia menaruh hormat kepada gurunya, maka ia berpikir akan tidak baik kalau kaki ibu gurunya tertimpa kursi yang jatuh) 😉 🙂 🙂 Terima kasih kepada Vio dan kelas 8.4 (tp ’16/’17) untuk cerita hari ini (22/3/17). Salam penuh kasih kepada kalian. ♥♥♥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s