Lomba

Batal Ikut Lomba Menulis

Saya pikir saya bisa berpartisipasi dalam lomba menulis di Indonesia seputar air bersih, sanitasi, dan jalan yang diselenggarakan Indonesiana ini. Saya sampai menaruh pengantar sekaligus pengingat untuk mengikuti lomba tersebut di sini sekadar berjaga-jaga kalau saja besok atau beberapa hari lagi kemungkinan saya lupa.

kutipan tujuan lombaNyatanya setelah membaca baik-baik arah dan maksud lomba tersebut, saya jadi membatalkan niat saya mengikutinya. Alasannya, lomba tersebut bertujuan “untuk memahami sudut pandang dan pengalaman positif teman-teman blogger mengenai pembangunan atau pemeliharaan infrastruktur berdasarkan pengalaman pribadi di sekitar tempat tinggalnya. Tulisan blog diharapkan akan berpijak seputar infrastruktur dan manfaat air bersih, sanitasi, dan jalan, yang selama ini didukung oleh Pemerintah Australia dan Indonesia” demikian isi kutipannya.

Nah, kalau sudah seperti itu, lalu bagaimana dengan daerah-daerah yang tidak tersentuh uluran tangan dari program Pemerintah Australia dan Indonesia itu, sementara tempat-tempat semacam itulah yang mau saya tuliskan. Sudahlah. Tak harus ada lomba baru menuliskan tentang kondisi jalanan di daerah tempatmu tinggal. Bukankah sekarang sudah banyak wadah untuk  menulis, bahkan di blog sekecil ini.

Iklan
Lomba

Lomba Menulis di Blog Indonesiana seputar “Air Bersih atau Sanitasi atau Jalan”

lomba blog indonesiana
Indonesiana

Kira-kira seminggu lalu saya menemukan info ini di media sosial, tepatnya di mana saya tak begitu ingat. Saya langsung merasa tertarik dan memutuskan ikut. Sebelum-sebelumnya saya juga memang terpikirkan untuk menulis tentang hal-hal serupa itu antara lain air, sanitasi, dan jalan. Saya ingin menulis tentang kondisi fasilitas infrastruktur yang ada di Kabupaten Kupang, daerah tempat tinggal saya. Pada bulan Agustus lalu, ketika melihat baik saudara-saudara maupun  anak-anak sekolah yang ada di kampung  begitu menggebu-gebu mempersiapkan aneka lomba dengan berbagai macam hadiah demi perayaan 17-an dan begitu sibuknya sampai-sampai ada di antara mereka yang mengalami kecelakaan karena jalanan yang rusak, membuat saya tak henti-hentinya berpikir. Ini persiapan demi memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-71 tahun, tapi akses jalanan dari satu kampung ke kampung lain seperti masih berada di bawah masa penjajahan.

Cukup saja di sini. Catatan ini hanya pengantar menyimpan link lomba blog Indonesiana seputar air bersih, sanitasi, dan jalan tersebut. Saya takutnya bisa lupa dan kelewatan tanggal walau sudah melingkari kelender.

Harapan saya, banyak orang tersebar di pelosok Indonesia ikut menulis tentang ini. Bukan sekadar demi jalan-jalannya ke Lombok. Minimal menyuarakan kepeduliannya terhadap daerah tempat ia tinggal yang sesuai data sudah merdeka 71 tahun, tapi kondisinya masih terkatung-katung tidak jelas….:(