Antara Film “Almost Famous” dan Novel “To Kill a MongkingBird”

Almost_famous_poster1Berikut ini sedikit cerita tentang satu lagi film yang berkaitan dengan menulis selain Finding Forrester dan The Freedom Writers atau satu film Korea yang berjudul It’s Ok, That’s Love, yakni Almost Famous.

Bagian pembuka film ini langsung menyedot perhatian. Bagaimana tidak, ketika menampilkan tokoh utama (William Miller) dan ibunya yang sedang berjalan menyusuri area pertokoan San Diego, langsung dimulai dengan percakapan tentang tokoh-tokoh dalam novel To Kill a Mockingbird dari Harper Lee (walau mereka sama sekali tidak menyebut tokoh favorit saya, Jean Louise Finch alias Scout :()

cover of to kill a mockingbird

Sumber: Amazon

Sang ibu mengaitkan anaknya dengan Atticus Finch, ayah Scout. Sang anak menanggapi balik karena ia memang menyukai pengacara Maycomb yang jujur, tetap teguh mempertahankan kebenaran, sekaligus seorang ayah yang baik tersebut. Ditanyai ibunya, apa maksudnya dari ayah yang baik, sang anak menjawab, walau sendiri ia mampu membesarkan anak-anaknya, yang langsung disanggah balik sang ibu, siapa perempuan yang datang setiap hari ke rumah mereka? Calpurnia, sahut sang anak. Ya, kau mengingatnya, gumam sang ibu.  Lalu bagaimana dengan Boo? Kembali tanya sang anak dengan penasaran. Boo adalah tokoh paling menarik dalam cerita To Kill A Mockingbird, jawab sang ibu yang kemudian menarik kembali tangan anaknya untuk mundur karena melihat sesuatu yang janggal pada kaca satu toko aksesoris natal.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sang ibu tanpa sungkan menegur pekerja toko tersebut yang menulis Merry Xmas pada kaca jendela tokonya. Excuse me, I’m a teacher, katanya memperkenalkan diri. Xmas’ is not a word in English language. It’s either Merry Christmas.. or Happy Holidays. Sang pekerja yang sedang melabur kata-kata itu hanya melongo lantas berterima kasih atas saran dari seorang ibu tak dikenal tersebut. 😀

Menit-menit selanjutnya berkisah tentang sang anak tersebut yang memiliki keinginan besar untuk menjadi jurnalis khusus meliput musik rock n roll yang sebaliknya ditentang oleh ibunya yang adalah profesor psikologi di universitas. Sebagai orang yang menggeluti psikologi ia tahu benar seperti apa model dan kehidupan para musisi rock n roll itu. Namun demikian, ia tetap teguh menemui seorang mentor yang mendukungnya menulis serta memberikan sedikit gambaran bagaimana gambaran tentang jurnalis di dunia rock n’ roll. Kepada mentor itulah ia selama di bangku sekolah sudah sering mengirim artikel-artikelnya untuk dimuat di majalah lokal yang dipimpinnya.

Dimulai dengan perkenalan dengan satu grup gadis-gadis pecinta musik, ia pun bertemu dengan grup Stillwater. Dari sanalah ia kemudian mengikuti tur mereka dan mengetahui segala seluk beluk kehidupan para musisi rock n’ roll yang sebenarnya. Di tengah tur, kabar dari datang dari Rolling Stone, foto awak grup band Stillwater akan tampil di cover depan, sebuah kabar yang menguakkan rasa haru dan kegembiraan luar biasa.

Di akhir tur, hasil tulisannya diserahkan dan itu dinilai bagus awalnya oleh pimpinan Rolling Stone. Sayang, karena tak mau reputasi bandnya hancur, ketika dikonfirmasi, awak band itu menyangkal kebenaran cerita yang sudah ditulis. Penyangkalan itu dengan cepat diketahui kru grupies yang juga dikhianati. Oleh taktik kru grupies tersebut, tokoh utama dipertemukan kembali dengan salah satu anggota band dan melakukan rekonsiliasi. Tokoh utama kembali menulis, anggota keluarganya yang sempat dingin kembali hangat, grup band tersebut kembali dihargai dan mereka pun mengadakan tur-tur berikutnya.

Dari beberapa sumber dikatakan Almost Famous berkisah tentang sang penulis dan sutradaranya sendiri, Cameron Crowe, ketika ia baru saja memulai karirnya bekerja di majalah musik dan mengikuti tur-tur yang diadakan grup-grup band yang baru beranjak besar kala itu (tahun 1970-an). Dari sinilah dapat dilihat, bahwa karya Harper Lee dalam To Kill a Mockingbird dan Cameron Crowe dalam Almost Famous memang serupa. Keduanya mengambil ide cerita dari pengalaman mereka sendiri dan dituangkan ke dalam karya dengan tentunya mengubah beberapa setingan termasuk nama-nama tokohnya atau tempat. Bila Harper Lee mengambil kisah tentang orang kulit hitam yang dituduh melecehkan orang kulit putih kemudian masuk penjara sekalipun sudah dibela seorang pengacara terkenal nan cerdas, dan tentang keseharian masa kecilnya bersama seorang anak laki-laki kecil tetangganya, maka Cameron Crowe dengan perjalanan turnya bersama grup-grup band Amerika kala itu.

Tentu bukan dua orang ini saja yang membuat karya dengan mengambil sesuatu yang dekat lekat dengan kehidupan personal (di luar sana banyak para creator yang mendapat inspirasi dari kehidupan personal mereka), namun di sini saya khusus memang hanya ingin menghubungan keduanya, antara film Almost Famous dan novel To Kill a MongkingBird.

Terkait menulis, berikut hal-hal yang bisa dipelajari:

menulis dan menulis

  1. Menulis karena kau memang suka menulis, dan yang perlu kau lakukan adalah hanya menulis dan menulis
  2. Tidak mudah menyerah untuk memperoleh informasi
  3. Berani menyuarakan pendapat
  4. Siap menerima konsekuensi sebagai penulis kalau kau sudah terjun ke dalam dunia itu
  5. Menjadi penyimak yang baik
  6. Menangkap setiap momen sebagai bahan tulisan
  7. Bertanggungjawab dengan tugas yang diberikan
  8. Menulis cepat
  9. Menulis dengan jujur. “Be honest, and unmerciful!” demikian nasihat sang mentor dalam Almost Famous.

Tak lupa  saya lampirkan link tambahan kalau kau sudah menonton film Almost Famous ini, yakni:  Mengenal lebih dekat film Almost Famous dari the official site for Cameron Crowe. 🙂

Selamat menonton dan selama berenang dalam dunia menulis…!!! ♥♥♥ 😀 🙂 

 

Iklan

One comment on “Antara Film “Almost Famous” dan Novel “To Kill a MongkingBird”

  1. […] April 14, 2017April 15, 2017 anicetunayt […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s