Merayakan Keseharian

Mawar di Depan Rumah

17 - 2

17 - 3

Usia pohonmu sudah lebih dari sepuluh. Kala itu, aku masih sempat sangsi, apa kau bisa sementara tanah di sekitaranmu hanya secuil di antara batu-batu karang. Namun, hari ini kau membuktikan, meski akarmu harus selalu bertumbukan dengan karang, kau tetap tumbuh.

Penampakanmu menyejukkan mata. Semerbak aromamu membuatku mabuk kepayang. ๐Ÿ˜€ Lebih dari itu, keberadaanmu meneduhkan kepala menentramkan hati. Indah. Sayang, seumpama ratu, kau anggun sekaligus angkuh. Ingin kurengkuh engkau tapi tak dapat. Baiklah dari jauh kupandangi engkau. Diam-diam mengagumi sambil menghaturkan syukur tak terkira kepada Sang Pencipta.

Kau sudah menjadi kau yang adalah kau. Adakah yang lebih baik yang bisa lagi kau berikan? Tidak. Kurasa cukup…. ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ™‚

https://plus.google.com/115129233788994026573/posts/JL8XLdjxZQL?_utm_source=1-2-2

Iklan