Jalan-jalan di Amarasi dan To Kill a Mockingbird

Ternyata tidak mudah memang berkeliling Amarasi. Medannya sungguh aduhai. Jalan-jalannya bahkan jalan lintasan desa sekalipun masih banyak berlubang. Ini jalan lintasan desa,  Bung,  bukan jalan gang atau lorong-lorong.

Saya tak sempat mengambil banyak foto memang. Sebab saya harus menyetir. Di belakang ada adik sepupu saya, bukannya tak bisa memotret, tapi ia seorang anak SD yang bahkan untuk melepas pegangan saja tak mau dia, apalagi memegang hp.

Badan ini jadi sakit.  Biarpun demikian, misi membaca To Kill a Mockingbird versi bahasa aslinya mesti tetap jalan. Bagus buku ini. Dalam dialognya, benar-benar menggunakan Bahasa Inggris sehari-hari. Saya mesti berpikir ulang,  ini maksud kalimatnya apa.  Sebab kalau dalam terjemahan Bahasa Indonesia, bahasanya lurus-lurus saja, dalam artian menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, tidak terbaca dialegnya. Nah,  dalam versi aslinya inilah,  kau bisa merasakan langsung bunyi percakapan Scout,  Jem, Dill, dan teman sebaya mereka lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s