Kumpulan Keperluan Unit Plan

foto unit planSebagaimana tahun lalu, kami di SLH tahun ini pun tidak memakai format perangkat yang diberikan pemerintah selain program tahunan/semester dan alokasi waktu, serta KKM. Lumayan, tak ada silabus, tak ada RPP. Sebagai gantinya, kami memakai format dari tim PDCE, tim khusus untuk pendidikan di SDH dan SLH se-Indonesia. Kami menyebutnya format ini weekly plan dan unit plan. Sudah ada formatnya langsung dari PDCE. Hanya saya mau mencoba membaca-baca saja format unit plan atau weekly plan dari internet. Biar lebih memperkaya. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ™‚ Lumayan ada beberapa saya temukan. Ada yang cocok, ada pula yang tidak. Untuk sementara akan saya simpan linknya di sini biar nanti tidak kesulitan kalau mau mencarinya lagi. Jangan seperti kemarin, ada beberapa yang sempat sempat baca, tapi hari ini mau buka, saya malah sudah lupa apa dan di mana. ๐Ÿ™‚

Unit Plan

Unit Plan for Teachers oleh Edward S. Ebert II, Christine Ebert, Michael L. Bentley

Lesson Plans and Unit Plans: The Basis for Instruction oleh Gini Cunningham

(Btw, dari nama ini, saya teringat salah satu tokoh dalam To Kill a Mockingbird dari Harper Lee, Walter Cunningham โ™ฅโ™ฅ)

Learning Myths, Writing Myths oleh Jennifer Chandler

Strategy

Five Ways to Start Your Lessonsย ย dari Gretchen Vierstra

Five Ways To Close A Lesson dari Gretchen Vierstra

Di atas semuanya, jangan sampai mengabaikan satu hal, tema tahunan SLH kali ini, Precious than Gold.

What’s that? ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

 

 

Iklan

Buku Agenda Guru SLHย 

Saya suka sekali buku agenda ini. Selain tampakannya menarik, kali ini untuk urusan administrasi guru khususnya perangkat mengajar lebih dipermudah. Tiada lagi pekerjaan membuat RPP setumpuk yang prosesnya jelas ribet (sangat tidak efisien).

Dengan model weekly plan seperti yang ada dalam buku agenda ini, kita tinggal menuliskan poin-poin apa yang mau dilakukan di KBM nanti. Tidak seperti model RPP lama yang mengharuskan kau menulis lengkap bahkan kalimat apa yang akan kau pakai saat memberi salam saat masuk atau kesimpulan di akhir sesi๐Ÿ˜๐Ÿ˜›.

Sebenarnya, sudah dari tahun ke tahun, kita juga dikasih agenda. Hanya, baru kali ini agendanya sangat menarik๐Ÿ˜€๐Ÿ˜Š. (Bukan saya seorang yang punya kesan ini kok๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š) Modelnya lebih dinamis dan tidak terkesan kaku. Memberikan keleluasaan pada setiap kita bagaimana kita menggunakanya. Mau kau tulis atau gambari atau tempeli apapun di sana silakan sesuai kreatifitas masing-masing.

Sudah. Intinya, saya suka. Jadi lebih semangat sekarang. ย Terima kasih, Tim PDCE, yang sudah mau mendengar dan berupaya menyajikan yang terbaik buat para guru. Diberkatilah kiranya pelayanan Anda sekalian ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡.

Terima Kasih buat Kemewahan selama Liburan

Tanpa terasa, tiga minggu sudah berlalu. ๐Ÿ™€๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™‰Kemewahan pertengahan tahun ini sudah akan berakhir besok. Bila masa kemewahan ini seumpama berada di dunia fantasi๐Ÿ’…๐Ÿ’‡๐Ÿ’†๐ŸŠ๐Ÿ„๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ›€๐Ÿ‡๐Ÿš–โœˆ๐Ÿšด๐Ÿ’’๐ŸŽธ๐ŸŽถ๐ŸŽง๐ŸŽค๐ŸŽฏ๐Ÿด๐Ÿ”๐ŸŸ๐Ÿ๐Ÿ•๐Ÿœ๐Ÿฒโ˜•๐Ÿน, maka Selasa (11/7/17) ini adalah hari di mana kau mesti terlempar kembali ke dunia nyata๐Ÿ™ˆ. Dunia yang banyak kepahitan dan kepedihannya. ๐Ÿ™ˆPahit memang.๐Ÿ˜€Meski demikian, biarlah, tak apa.๐Ÿ˜ฎAnggap saja masa kemewahan selama tiga minggu ini seumpama baterei yang sudah kembali diisi energinya, siap kembali bekerja. Tetap semangat. ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

#TerimakasihkepadaPenyelenggaraHidup๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜#DidalamMukuduslahmulialah๐Ÿ˜Š

Oh ya, dan kemewahan kali ini ditutup dengan…

“Selamat berbahagia untuk salah satu personel Shyanchy, Syuni Rossi. Tuhan memberkati sisa perjalanan kalian”๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Share Your Story Here

Buka-buka wordpress. Katanya, share your story here. Sebagai salah satu pengguna yang sudah cukup lama, saya baru tahu kalau ada kalimat impulsif semacam itu di wordpress. Jangan-jangan sudah lama hanya saya saja yang baru sadar. Terlambat sadar. ๐Ÿ˜€

Btw, kalimat semacam itu tiada bedanya dengan di facebook dan bbm, what do you think? ๐Ÿ˜€ Memangnya kalau saya lagi mikir, apa perlu sekali kau tahu? Kepo mati ee…๐Ÿ˜œ

Share your story here, setidaknya masih bisa diterimalah. Toh, perjalanan hidup kita ini adalah cerita.

Ok. Tapi bagaimana kalau saya tak punya cerita hari ini? ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š

Tak mungkinlah.

Benar. Tak mungkin seseorang tak punya cerita selama nafasnya masih keluar masuk hidung mulut. Sekalipun mungkin ia buta, tuli, lumpuh, atau dalam keadaan sakit apapun itu.

Bahkan tak punya cerita pun adalah sebuah cerita.

Contoh saja saya hari ini. ๐Ÿ˜€ Saya tak punya cerita hari ini. Tapi tetap saja saya bisa buat cerita hari ini tentang saya tak punya cerita hari ini begitu ditanya, what’s your story today? Share it here!

Ok. So, this is my story today. That I have no story to tell you. ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜Š

Jadi, berhentilah membaca. Tak ada lagi yang perlu kau tahu.

Masih membaca juga? Apa guna?

Ada.

Apa?

Sebuah kesimpulan.

Apa itu?

Tak ada cerita hari ini bukan berarti benar-benar tak ada.

Biarpun basi, saya akui.

Basi?

Sudah ditulis di atas,ย kan?

๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š

Katanya kau mengakui. Lantas?

Tapi saat ini, biar saya simpan untuk diri sendiri dulu. Sepertinya terlalu sakral untuk diumbar-umbar di sini. ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š

๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ, Halo, pembaca, kau mungkin bertanya, sekalipun mungkin di pikiranmu pertanyaan itu sama sekali tak terbersit, biar, saya mau pede-pede saja berpikir begitu biar ada bahan tulisan,ย lalu kenapa mesti kau tulis di sini kalau tak mau berbagi cerita hari ini?ย ๐Ÿ˜

Ya, beginilah cara saya menikmati cerita saya hari ini. Daripada kau, punya cerita besar tak diceritakan.

๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ Sebenarnya kalimat itu patut ditujukan pada saya. Teguran telak buat saya. Punya cerita besar, tak mau berbagi.

Tak mau atau malas?

Dua-duanya. ๐Ÿ˜–๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ฃ