Cuplikan Cerita Lentera, Merayakan Keseharian

Kain Sarung dan Selendang Motif Daerah NTT 

Besok,  Jumat di minggu terakhir Agustus, sudah kesepakatannya, para GSK SMP/A Lentera Harapan Kupang harus berbusana (yang ada unsur) motif daerah NTT. Kesepakatan ini sudah dibuat di awal tahun ajaran, pertengahan Juli lalu.
Saya sudah buat agenda untuk mengupayakan itu, entah membeli yang langsung jadi atau beli mentah dan baru dibuat baju atau rok atau apalah itu. Sayang, beberapa agenda dan peristiwa tak terduga belakangan ini membuat saya lupa.

Hari ini ketika beberapa kawan membicarakan terkait busana besok, saya baru kembali ingat, kalau saya sendiri belum menyiapkannya. Karena sudah harus besok, maka di pikiran saya, sudahlah, pakai saja satu-satunya selendang yang ada, selendang kecil motif Alor yang pernah dikalungkan pada saya sebulan lalu oleh Romo Amanche, Koord kami di Kom Sastra Dusun Flobamora, sebagai aksesoris. Sebab di pikiran saya, saya tak punya sama sekali kain sarung ataupun selendang lain yang bermotif daerah NTT.

Barulah sepulang sekolah tadi, ketika hari sudah malam, saya coba-coba membongkar isi lemari. Apa yang saya dapat kemudian ternyata cukup mengejutkan. Saya baru tahu selama ini saya menyimpan beberapa kain sarung juga selendang motif daerah NTT. 😱

Kutukilah saya. Tak baik sifat saya ini. Punya sesuatu tapi malah diumpetin dan tak diberdayagunakan. Lihat saja, kain-kain ini masih mentah dan belum diapa-apakan. Padahal kain-kain itu sekecil apapun itu,  tetap adalah hasil karya tangan-tangan luar biasa. Betapa berapa banyak waktu dan tenaga yang dipakai para penenun itu demi terwujudnya selembar kain. Dan setelah tiba di tangan saya, malah saya umpet dalam lemari sampai terabaikan sedemikian rupa? Maka, ah… sudilah memaafkan saya…😢🙏Berterimakasilah, yah, mungkin dengan kesepakatan (yang awalnya tak begitu saya sambut baik karena di benak saya pertama kali, urusan kesepakatan berpakaian saja kok ribet amat) berbusana motif daerah ini, beberapa helai kain dan selendang ini akhirnya ditemukan, kalau tidak mereka akan teronggok sendiri dalam sudut lemari entah sampai kapan…😐😊

##Btw, mungkin isi cerita ini bisa dipertanyakan kegunaannya. Kalau tak ada, maka, maaf. Tapi, setidaknya ada foto tentang beberapa helai kain dan selendang motif asal NTT (kecuali satu yang merah itu ulos dari Batak) yang memang sengaja mau saya pamerkan…😊 Bangga ternyata saya yang gak ketulungan cuek😢ini punya juga… 😊😚

Bonus foto: kain tenun punya tante saya. Ia ingin melepasnya dengan harga sejuta. Yah, katanya, memang sebegitu harganya. 

Katanya, motif kain ini kauntupu, salah satu motif kain Amarasi. 

Iklan

4 tanggapan untuk “Kain Sarung dan Selendang Motif Daerah NTT ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s