Cuplikan Cerita Lentera

Seminar Orang Tua Siswa SLH Kupang Semester Genap 2017/2018

Di SLH Kupang, kegiatan profesional development (PD) untuk guru selalu dibarengi dengan seminar orang tua siswa. Bila di seminar orang tua sebelumnya, tema seminar adalah hikmat yang memimpin, maka semester ini tema semi adalah discipline with encouraging words atau pendisiplinan dengan kata-kata yang membangun.

Seminar tersebut dihadiri oleh para orang tua siswa SLH Kupang, baik dari TK, SD, SMP, maupun SMA. Berlangsung pada hari Kamis, 25 Januari 2018, pada pukul 17.30-hingga 18.15 wita. Dibuka dengan menyanyikan sebuah pujian dan doa.

Seminar dengan dua pembicara ini dibagi menjadi dua sesi. Namun sebelum masuk kepada sesi seminar, dengan dipandu MS Laura Dale Lee, para orang tua siswa diajak melakukan sebuah permainan kecil dengan instruksi, “stand up if… ” berkaitan dengan jumlah anak yang dimiliki peserta masing-masing. Sebuah trik menarik perhatian peserta di awal kegiatan yang baik.

Sesi pertama dimulai oleh Ibu Agnes Sinaga, mengingatkan kembali landasan atau fondasi orang tua dalam memberikan pendisiplinan kepada anak-anak. Firman Tuhan seperti yang terdapat dalam: Ul 6, Ef 5:21-33, Kol 3:21, Ef 5:22, Kel 20: 12, ditekankan bukan sebagai tempelan belaka, melainkan menjadi pedoman orang tua dalam bertanggungjawab mendidik anak yang sudah dipercayakan Tuhan kepada mereka. Berangkat dari memegang Firman Tuhan sebagai landasan, maka kau akan menemukan strategi atau teknik untuk membantu pendisiplinan anak.

Menyambung dari hal tersebut, sesi kedua pun dimulai. Ms Laura sebagai pembicara dengan translator Ibu Sabrina Nalle membagikan empat tips  yang perlu diperhatikan oleh orang tua.

Empat hal tersebut antara lain:

  1. Focus Attention (perhatian penuh)
  2. Individual affirmation (penguatan pribadi)
  3. Genuine accepptance (penghargaan yang tulus)
  4. Physical aaffection (sentuhan kasih sayang)

Dalam menyampaikan empat hal tersebut, beliau menyertakannya dengan cerita pengalaman dan kasus yang pernah ditemui sehingga bisa diikuti dengan baik oleh para orang tua siswa.

Di sesi tanya jawab, para orang tua dipersilakan mengajukan pertanyaan dengan menuliskannya pada secarik kertas yang dibagikan panitia saat mendaftar masuk, yang kemudian disortir panitia agar pertanyaan yang mirip dapat disatukan. Hal ini untuk mengantisipasi kericuhan saat sesi tanya jawab berlangsung. Bentuk pengajuan pertanyaan ini bisa dinggap bekerja dengan baik.

Seminar selesai tepat waktu, ditutup dengan doa, dan para peserta pun meninggalkan ruangan dengan tertib.

Para panitia langsung mengadakan evaluasi saat itu juga kemudian doa pulang. Syukur kepada Tuhan, seminar berjalan baik hingga akhir.

Iklan