Cuplikan Cerita Lentera, Kegiatan Pengembangan Guru

Kegiatan Profesional Development Semester Genap 2017/2018 SLH Kupang

Sudah menjadi program SLH setiap awal semester diadakan profesional development (PD). Pembicara untuk setiap PD bergantian dari Tim Professional Development and Curriculum Enrichment (PDCE) yang dibentuk YPPH maupun dari sister school, sebutan untuk sekolah-sekolah di bawah naungan YPPH baik SDH maupun SDH untuk saling berbagi dengan SLH tertentu.

Bila semester sebelumnya SLH Kupang didatangi Tim PDCE dan SPH Cikarang, maka semester kali ini dari SPH Kemang Village dengan pembicara Ibu Riama Agustina Sinaga dan Ms Laura Dale Lee. Bila semester sebelumnya fokus PD adalah assesment as a blessings, maka kali ini lebih berfokus kepada pendisiplinan siswa dan strategi belajar untuk “struggling learner’.

Mengenai pendisiplinan pada sesi hari pertama, Ibu Agnes dan Ms Laura berbagi tentang perbedaan punishment atau hukuman dan consequences atau konsekuensi. Meski ini bukan lagi sebuah hal baru, tapi menurut beberapa testimoni beberapa guru, PD ini mengingatkan dan menyegarkan kembali akan bentuk pendisiplinan yang selama ini sudah diberikan kepada siswa.

Sebagai guru, penting sekali kita memahami perbedaan dua hal ini agar penerapannya tidak salah kaprah. Dibanding punishment atau hukuman, kenapa tidak sebaiknya yang diberikan kepada siswa adalah konsekuensi. Bahkan pemberian konsekuensi pun, bukan sembarang konsekuensi. Perlu dipertimbangkan dua hal berikut yakni natural consequences atau konsekuensi alami dan logical consequences atau consekuensi logis. Apa maksudnya? Penjelasan berikut mungkin bisa memberi gambaran. Konsekuensi natural yakni konsekuensi sebab akibat atau hasil dari sebuah tindakan yang terjadi secara alami. Contoh: seorang anak sudah diperingatkan mengenai waktu berangkat field trip, tapi kemudian datang terlambat, dan akibatnya adalah ia ditinggal pergi. Dengan demikian si anak belajar, bila saya datang terlambat dari waktu yang sudah ditetapkan, maka saya tidak ditinggal. Saya tidak berangkat bersama-sama dengan teman saya. Konsekuensi logis yakni akibat yang diterima dari suatu tindakan melanggar peraturan atau kesepakatan. Akibat atau konsekuensi tersebut harus bisa diterima, maauk akal, dan berhubungan dengan perilaku tersebut. Contoh: seorang anak yang sudah bersepakat dengan orang tua akan bermain PS hanya selama sejam sehari, melewatkan hingga dua jam, maka jatah main hari besoknya tidak boleh dipakai. Demikian sedikit catatan dari kegiatan PD hari pertama.

Mengenai strategi untuk ‘struggling learner’, sebutan untuk mengganti ‘slow learner’ atau pelajar yang lambat, pada hari kedua, Ibu Agnes dan Ms Laura membagikan banyak cerita terkait hal ini terutama tentang pentingnya persiapan guru. Satu hal menarik yang ditunjukkan yang bisa menjadi contoh adalah penggunaan attractive notebooks.

Penggunaan attractive notebooks hanyalah salah satu cara membuat siswa yang digolongkan dalam ‘struggling learner’ agar lebih menikmati belajar. Ada masih banyak cara lain yang bisa dipelajari di buku-buku tentang strategi mengajar atau di internet terutama yang direkomendasikan sekali adalah pinterest. Hanya perlu diingat bahwa tidak semua metode dan strategi mengajar di sana dijiplak mentah-memtah untuk diterapkan. Kau boleh mempelajari contoh-contoh di sana, pelajari, baru sesuaikan dengan situasi kelasmu sendiri👌💪. 

Bersyukur bahwa untuk PD kali ini, SLH tidak sendiri. Tapi beberapa perwakilan guru dari sekolah-sekolah tetangga yang berada di bawah naungan Yapenkris Nehemia Kupang juga ikut diundang. Sekolah tersebut antara lain SMA Kristen 1 Kupang, SMK Kristen 1 Kupang, dan SMK Kristen 2 Kupang. Berharap, bapak/ibu guru tersebut bisa memperoleh hal bermanfaat dari kegiatan PD SLH Kupang ini dan membagikannya kepada sekolah masing-masing. Soli Deo Gloria. 


 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Kegiatan Profesional Development Semester Genap 2017/2018 SLH Kupang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s