Merayakan Keseharian

Kapsul 4: Dibantu Orang Tak Dikenal

Pagi tadi saya berangkat ke sekolah dari Penfui. Di tengah jalan, tepatnya di bundaran PU, persis di depan Hypermart Kupang 1, motor saya tiba-tiba mati. Syukurnya jalan di sana sedikit menurun sehingga saya bisa melewati jalur ramai alias jalur pertemuan dua arahnya. Saya berhenti dan mengecek kira-kira apa yang salah. Bensin masih ada, kunci masih aktif. Pasti masalah biasa. Motor mati tiba-tiba di jalan bukan yang pertama saya alami. Dan katanya, kata orang, ini akibat motor tidak dipanaskan terlebih dahulu sebelum dipakai. Ya, saya mengaku, itu memang sering terjadi. Adalah salah saya.

Kunci saya putar, matikan dan hidupkan, baru kemudian mencoba menyalakan kembali mesin motor namun tak kunjung berhasil. Saya hanya bisa mengecek, mematikan lagi, mencoba menyalakan kembali, dan menatap ke beberapa kenderaan yang meski masih pagi sekali tapi sudah lalu lalang. Beberapa lama kemudian, seseorang dengan sepeda motor berhenti dan menyapa, mungkin ia melihat permasalahan saya dari jauh. Ia memarkir motornya dan membantu saya. Dari caranya bicara, saya tahu ia bukan orang Kupang. Kelihatan juga dari tampakannya. Kemudian ceritanya agak panjang jadi tak saya tuliskan di sini. Intinya atas bantuan orang tersebut, motor saya kembali pulih, mesinnya kembali aktif. Alhasil saya pun bisa melanjutkan perjalanan saya menuju ke sekolah. Terima kasih kepada orang yang sudah membantu saya.

Iklan