Cuplikan Cerita Lentera

Sesi BaKar (Baca Karya) ala Lentera Kupang

Di kelas 9.1, Jesicca berbagi tentang buku yang dibaca berjudul Laut Bercerita oleh Leila S Chudori, sementara Jovan membaca pantun yang dibuat sendiri

Di kelas, kami ada sesi rutin yang disebut BaKar. Kata BaKar merupakan akronim dari baca karya.

Ceritanya, ketika sesi ini baru awal-awal dimulai, saya sendiri selalu menggunakan kata ‘baca karya’ untuk mengingatkan siswa yang mendapat giliran baca. Hingga suatu hari seorang siswa mengajukan tangannya dan berkata, “Ibu, bagaimana kalau penggunaan kata baca karya ini diganti dengan BaKar, kan artinya masih tetap, baca karya.”

Mendengar itu, sontak saya teringat sesuatu, menyayangkan kenapa saya sendiri tak terpikirkan akronim ini, padahal model-model baca karya atau bicara karya seperti ini di Kupang sudah pernah dibuat dan saya sendiri pernah mengikutinya. Memang sudah cukup lama. Beberapa tahun yang lalu pernah ada pertemuan rutin antara penikmati-penikmat sastra di Kupang. Satu acara bulanan tersebut mereka namai Babasa, yang katanya merupakan akronim dari Baca dan Baomong Sastra. Kegiatan itu baik dan patut diapresiasi. Ia semacam festival kecil-kecilan. Hanya beberapa kali berlangsung, dan kemudian tak terdengar lagi.

Lantas terhadap usulan siswa tersebut, tentu saja langsung disambut baik. Saya menuliskannya di sini sebagai bentuk apresiasi saya terhadap usulan ini. Terima kasih kepada Rick. Sstt..kamu dipakai Dia😊.

Kata BaKar pas sekali di sini. Ia tidak hanya merupakan akronim baca karya, tapi bisa juga berarti membakar semangat seusai SSR dan sebelum memulai pelajaran. Jadi waktu saya yang 90 menit per pertemuan itu, demikian saya pakai untuk SSR, mengisi jurnal baca, dan BaKar sebelum masuk ke materi belajar.

Satu hal yang saya syukuri dari sesi BaKar adalah anak-anak belajar bertanggungjawab sebab mereka sudah tahu kapan giliran mereka dan artinya harus siap, belajar mengapresiasi sebab ketika ada teman berdiri dan membacakan karya di depan itu berarti mereka harua diam dan memperhatikan serta memberi apresiasi tentunya apalagi bagi mereka itu karya yang bagus, serta bisa belajar mengerti. Belajar mengerti karena dari hasil karya mereka bisa dibaca apa yang sedang berenang di benak mereka. Intinya, ada banyak hal positif dan membangun dari sesi BaKar kami di kelas.

Sesi BaKar ini, anak-anak dipersilakan membuat karya tulis apa saja selama itu adalah hasil karya siswa tersebut. Mereka bisa membuat cerpen, puisi, pantun, cerita pengalaman berkesan, sharing buku, sharing film, atau bahkan menampilkan monolog. Meski tidak sebagus dan sekeren para profesional, bagi saya mereka sudah berusaha mengerjakan bagian mereka dengan baik. Ada beberapa karya mereka sudah saya kumpul. Berharap bisa segera dibagikan. Kalau bukan di sini, maka di blog sekolah👌. Doa saya menyertai mereka🙏😇. Imanuel.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s