Merayakan Keseharian

Kapsul 23: Oto Putih di Tengah Hutan

Hari sudah mulai gelap ketika kami memasuki kawasan hutan yang biasa disebut hutan sismeni. Laju sepeda motor kami biasa saja. Tidak terlalu cepat juga tidak terlalu pelan. Sepanjang perjalanan, kami berpapasan dengan kendaraan-kendaraan lain. Baik roda dua maupun roda empat. 

Melewati satu persimpangan yang menuju satu kampung kecil di pinggir hutan, kira-kira 200 meter, sebuah mobil menyusul di belakang kami.  

Karena jalanan yang sempit, mobil itu melaju perlahan di belakang kami. Saya sengaja memperlambat laju motor dan bergeser sedikit ke sisi kiri dengan maksud membiarkan mobil tersebut boleh mengambil sisi sebelah kanan untuk mendahului. Ditunggu-tunggu mobil itu tak maju-maju, tak juga memberi klakson minta diberi jalan. 

Bersambung… 😉😊

Iklan