Merayakan Keseharian

Kapsul 24: Fukur Sis Kamina

This is the first time. Ya, ini kali pertama, saya dan adik saya berupaya semaksimal mungkin mengolah daging anjing yang dikasih tetangga kami yang juga masih status om saya, pagi-pagi sekali bahkan ketika kami sendiri belum bangun tidur. Kami heran awalnya, tapi ternyata alasan kami diantarkan daging itu karena semalam dalam satu acara, adik laki-laki saya ikut menyumbang uang untuk membeli anjing tersebut. 

Kami bingung mau diapakan daging itu. Karena sebelumnya di rumah kami sendiri, kami belum pernah memasak daging anjing. Mama saya sakit, dan ia tak ambil pusing mau bagaimana mengolah daging itu, maka mau tak mau kamilah yang harus membereskan.

Saya mencari bumbu-bumbu dari internet๐Ÿ˜„. Karena beberapa bumbu dapur sudah ada beberapa ditanam di rumah, kami tinggal melengkapi yang tidak ada di kios. Kerja keras kami membuahkan hasil di pukul 2 sore. Kami menikmatinya bersama sampai saya sendiri nyaris tak bisa bergerak saking kekenyangan dan kepedasan ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜Ž. 

Iklan