God's Story

Kapsul 50: William Maillis (11 tahun), “Iman dan Sains itu sejalan, tak terpisahkan”

Di usia 11 tahun, William Maillis sudah menamatkan sekolah dan masuk perguruan tinggi. Di usianya yang masih sangat muda ini ia bukan hanya ingin menjadi astrofisikawan, ia malah sudah menjadi seorang astrofisikawan. Dalam dialog seperti yang ditampilkan HCHCMedia ini, kau dapat melihat bagaimana cara ia mengungkapkan pikirannya serta bagaimana ia menanggapi pertanyaan sang moderator atau para audiensnya. Dari dialog ini pun, kau bisa melihat bahwa meski ia sudah banyak mengetahui berbagai hal terkait semesta ini pun, menurutnya masih banyak hal yang belum kita tahu dan itulah kenapa ia masih ingin terus mempelajarinya.

Sepanjang dialognya, banyak pernyataan penting memang, tapi ada satu yang ingin saya pahatkan di sini. Kalimat itulah yang saya pakai sebagai judul di sini. Bahwa iman dan sains itu sejalan. Mereka tak bisa dipisahkan. Pernyataan yang kemudian ditanggapi sang moderator, “Maksudmu, yang satu melengkapi yang lain, begitu?” Ya, memang begitu maksudnya.

Selain itu, dari video ini juga, yang luar biasa bagi saya juga adalah bahkan para profesor yang ada di sana pun tak sungkan-sungkan bertanya pada William, seorang anak usia 11 tahun. Pertanyaan mereka bukan semata karena mereka tak tahu tapi memang karena mereka ingin banyak mendapat sharing dari seorang jenius usia 11 tahun. Inilah gunanya sbeuah pertemuan antar manusia. Teknologi dapat berkembang dan mungkin bisa lebih pintar dari manusia. Tapi pengalaman unik setiap anak manusia di muka bumi ini tak akan tergantikan oleh robot yang katanya akan lebih pintar dari manusia. Jadi, kesimpulannya, manusia dan keunikannya tetap tak akan tergantikan.