God's Story

Kapsul 56: Lomba Mengembangkan Cerita Alkitab

Seri cerita Narnia khususnya tentang Singa, Penyihir, dan Lemari karangan CS Lewis adalah yang pertama kali muncul di kepala saya ketika seorang kawan bertanya kepada saya tentang lomba menulis cerita paskah. Cerita ini adalah cerita terbaik yang akan terus saya rekomendasikan kepada anak-anak murid saya. Meski berupa fiksi dengan memuat tokoh anak-anak dan dunia binatang dan makhluk-makhluk aneh di dunia lain, cerita ini jelas membawa pesan paskah di dalamnya.

Rupanya kawan saya menanyakan cerita paskah tersebut sekaligus ingin meminta saya ikut membantu di gerejanya menjadi salah satu penilai dalam lomba menulis cerita paskah yang akan diikuti anak-anak sekolah minggunya. Bentuk lomba menulis cerita paskah pun sebenarnya belum mereka matangkan akan seperti apa bentuknya. Mendengar itu saya usulkan saja membuat lomba semacam mengembangkan cerita tentang peristiwa-peristiwa kecil saat masa kematian dan kebangkitan Yesus. Kebetulan di sekolah kami sedang belajar tentang novel dan anak-anak belajar tentang novel Christ Lord: Out of Egypt, juga terinsipirasi dari majalah Litera, memanfaatkan ruang kosong dalam alkitab untuk dikembangkan ke dalam bentuk cerita baru.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Kawan saya setuju. Kami pun berembuk memutuskan topik cerita apa yang akan dikembangkan anak-anak sekolah minggunya yang mengikuti lomba tersebut. Pilihan jatuh kepada Simon dari Kirene dan Yusuf dari Arimatea.

Hari ini kami mengadakan Technical Meeting. Tentu sebagai salah satu penilai harus hadir memberi sedikit penjelasan dan dorongan semangat mengenai lomba tersebut. Dorongan-dorongan semacam, kau tahulah, kalau hari ini kau membaca sebuah buku bagus dan merasa sangat terberkati olehnya, bersyukurlah bahwa buku itu sempat ditulis. Bayangkan bagaimana bila bahwa buku itu tidak pernah ditulis. Kau tak akan pernah tahu bagaimana gelapnya dunia ini, bukan?

Maka itu, menulislah selama kau masih bernapas. Pahatkanlah sesuatu selama masa singgahmu di planet ini. Pahatkan dan konekkan ia dengan kekekalan. Kau hidup dengan berbuat begitu๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜ . Berharap setelah ini siapa tahu dari antara peserta lomba ada yang mau mengembangkan diri di dunia tulis-menulis๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‡.