Antara Mengunggah Foto Lentera di Facebook vs Wordpres

Alasan kenapa foto-foto Lentera tak saya upload di facebook?

#1. Karena saya tidak memasang aplikasi itu (facebook) di ponsel saya. Saya bukanya langsung dari web. Di sana proses unggahannya agak ribet karena mesti satu-satu, lama loadingnya,  dan tak bisa sekaligus banyak. Beberapa waktu lalu saya mengunggah banyak foto ponaan saya,  tapi itu saya mesti masuk play store dulu untuk pasang aplikasinya. Dengan begitu, cepat dan mudah memang mengunggah foto2. Tapi setelah itu saya uninstall lagi karena memang tak mau pasang aplikasi itu demi menghindarkan diri dari segala macam distraksi kecil2an.  🙂 😀 Sekarang kalau pasang lagi, ah, kuota sepertinya tak memungkinkan. Sudah mau dekat waktu habisnya… 😀 Lebih baik dengan wordpress.  Mudah dan cepat.  😀 (Selain itu, akan mudah dicari filenya kalau suatu waktu diperlukan, misalnya untuk akreditasi.. :D) #2. Biar wordpress ini bisa sering ditengok. Kalau tidak lama-lama saya bisa lupa kalau saya punya ‘rumah’ di dunia maya, padahal sudah dibangun delapan tahun  🙂 😀 #3. Supaya saya setidaknya bisa menulis satu dua hal tentang apa saja yang datang dan pergi silih berganti di kepala saya. Ya, contohnya seperti yang sedang saya tulis sekarang.  Terima kasih. 🙂 

Antara Mengunggah Foto Lentera di Facebook vs Wordpres

Alasan kenapa foto-foto Lentera tak saya upload di facebook?

#1. Karena saya tidak memasang aplikasi itu di ponsel saya. Saya bukanya langsung dari web. Di sana proses unggahannya agak ribet karena mesti satu-satu, lama loadingnya,  dan tak bisa sekigus banyak. Beberapa lalu saya mengunggah banyak foto ponaan saya,  tapi itu saya masuk play store dulu untuk pasang aplikasinya. Dengan itu, cepat dan mudah memang mengunggah foto2. Tapi setelah itu saya uninstall lagi karena memang tak mau pasang aplikasi itu demi menghindarkan diri dari segala macam distraksi kecil2an.  🙂 Sekarang kalau pasang lagi, ah, kuota sepertinya tak memungkinkan. Sudah mau dekat waktu habisnya… 😀 Lebih baik dengan wordpress.  Mudah dan cepat.  😀 (Selain itu, akan mudah dicari filenya kalau suatu waktu diperlukan, misalnya untuk akreditasi.. :D) #2. Biar wordpress ini bisa ditengok. Kalau tidak lama-lama saya bisa lupa kalau saya punya ‘rumah’ di dunia maya, padahal sudah dibangun delapan tahun  🙂 😀 #3. Supaya saya setidaknya bisa menulis satu dua hal tentang apa saja yang datang dan pergi silih berganti di kepala saya. Ya,  contohnya seperti yang sedang saya tulis sekarang.  Terima kasih. 🙂 

Foto-foto Team Meeting dan Personal Development Pelengkap Standar PTK

Standar PTK No. 42 Bagian 4: Team Meeting (TM) per Subjec Leader dan Personal Development (PD) baik  internal maupun dari pusat yakni PDCE

Karena kalau bekerja dengan Ms Word, saya agak susah mengedit sekaligus menambahkan keterangan, dan karena lebih sering terbiasa dengan wordpress dan memang terasa lebih mudah inilah saya menaruh foto-foto kebutuhan KBM di blog ini untuk nanti baru diprintscreen untuk dicetak.

Baiklah, berikut ini beberapa foto TM dan PD yang sempat terekam…

TP 2016/2017 Semester Genap 

               PD dari Tim PD SPH Lippo Cikarang. Berlokasi di SDH Kupang,  17-18 Februari 2017

Sumber foto: Nathalya, Indyah N S

TP 2016/2017 Semester Ganjil

                 PD SLH-SDH Kupang dari Tim PDCE, bertempat di SMA Lentera Harapan Kupang, 18-20 Agustus 2016

Sumber foto: Dok pribadi

TP 2014/2015 Semester Ganjil

PD awal tahun TP 2014/2015 , bertempat di SMP Lentera Harapan, Juli 2014

Sumber foto: Dok pribadi

Foto-foto KBM Pelengkap Standar PTK

Standar PTK No. 41 Bagian 2: Proses pembelajaran di 1-2 kelas

Karena kalau bekerja dengan Ms Word, saya agak susah mengedit sekaligus menambahkan keterangan, dan karena lebih sering terbiasa dengan wordpress dan memang terasa lebih mudah inilah saya menaruh foto-foto kebutuhan KBM di blog ini untuk nanti baru diprintscreen untuk dicetak.

Baiklah, berikut ini beberapa KBM yang sempat terekam…

Mata Pelajaran Fisika

Kelas 8 membuat pesawat sederhana

Kelas 8 membuat poster materi cahaya

Kelas 8 membuat poster tata surya

                 Kelas 9 melakukan percobaan bandul sederhana: menghitung frekuensi, periode dan jumlah getaran

Sumber foto: Febri A. Dami

Bahasa Indonesia

Kelas 8 saling berbagi cerita seusai membaca novel remaja terjemahan

Sumber Foto: Anaci

Mulok/Pangan Lokal

Kegiatan memasak dan menyajikan makanan oleh kelas 8 dan kelas 9

Sumber foto: Aryani

Cerita Persiapan Akreditasi Sekolah

18222056_10210898859165796_3164039268981586773_nDi SMP Lentera Harapan Kupang atau nama resmi di dinas PPO dan kemendikbud itu SMP Kristen 1 Kupang, ini adalah kali kedua akan diadakan akreditasi sekolah setelah tahun 2012 lalu. Kala itu walau sekolah yang bernaung di bawah payung Yupenkris GMIT (yang kemudian beralihnama menjadi Yapenkris Nehemia sekarang) ini baru setahun diambilalih manajemennya oleh YPPH dengan nama SMP Lentera Harapan Kupang, oleh anugerah Tuhan mendapat akreditasi B+.

Saat pertama kali persiapan, kami cukup bingung karena kami para guru hampir semuanya masih hijau dalam urusan administrasi. Berkat pimpinan Tuhan, kami diberikan keberanian (:D) bertanya sana-sini, mencari di internet, bagi yang punya orang tua guru maka ia akan bertanya kepada orangtuanya, bahkan kami pun sampai mengundang orang luar (guru-guru yang sudah lebih berpengalaman) datang ke sekolah mengadakan sosialisasi terkait akreditasi.

Ngomong-ngomong, apa itu akreditasi? Menurut KBBI, akreditasi adalah pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwewenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu.

Dengar-dengar cerita tentang akreditasi di luar sana, saya bersyukur bahwa di Lentera, kami tidak mengenal yang namanya manipulasi sebentar hanya untuk dinilai baik oleh tim asesor. Nah, apa lagi itu atau siapa itu tim asesor? Saya mencoba cari arti kalimat atau pengertiannya di kamus Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris tapi tidak ketemu. Saya pikir itu jelas berhubungan dengan kata assess yang adalah menilai atau menaksir.

Ok, mari lanjut. Dibanding persiapan kali pertama, jelas sekarang jauh lebih baik. Data-data lumayan tersedia sekalipun mungkin satu-dua tidak ada bukan karena tidak diadakan tapi karena kelalaian seorang dua orang di antara kami yang ketika berakhir tahun pelajaran, dokumen-dokumen itu ikut disampahkan, contoh saja dokumen pertemuan berkala guru dan orang tua siswa, atau keikutsertaan kegiatan siswa mengikuti suatu lomba namun ketika dicari-cari fotonya justru tak ada (kalau yang ini benar-benar saya salah satu pelakunya..:D)

Sebagai pelengkap, berikut beberapa momen yang sempat dipahatkan dalam bentuk gambar. Diambil dari album foto wakasek kurikulum, Ibu Yenny Etidena, yang dititahkan menangani kerja persiapan ini berhubung sang kepsek sementara dipinjam Kemendikbud RI untuk bertugas di Bali.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

BacaRita Buku Seusai Liburan

Biasanya kalau mereka duduk bersama, tanpa diminta sekalipun mereka pasti suka yang namanya bercerita. Apa saja bisa jadi bahan cerita yang seru. Entah itu itu tentang “Kemarin baru saja ada seseorang yang menanyakan kabarmu“, “Btw, aku semalam chatting dengan si ini atau si itu”, “Dengar, mamaku akhirnya membelikanku hp baru. Adekkku ngambek karena ia sendiri tak dibelikan”, “Oh, ya, apa kalian sudah menonton film ini atau film itu, atau video klip terbaru Tiffany Alford dan Chester See atau Alan Walker, atau si ini atau si itu”, “Aih, sangat mengesalkan Barcelona tak lolos ke semifinal kali ini”. Hanya satu kalimat pembuka. Tetapi kemudian satu orang menanggapi, lain lagi menambahi, dan jadilah ngerumpi yang seru sampai-sampai lupa waktu dan tugas utama datang ke sekolah. 🙂

Nah, daripada duduk berkumpul dan ngerumpi mulai dari satu hal saja yang akhirnya melebar menjadi ngalor-ngidul tak jelas juntrungnya, maka lebih baik adalah BacaRita Buku“. Kan, baru saja masuk setelah liburan panjang. Baca bukumu di rumah, bawa ceritanya ke sekolah, dan berbagilah! Maka inilah dia, beberapa rekaman BacaRita Buku Seusai Liburan.  ♥♥♥ 🙂 🙂 🙂 

Ada yang belum selesai baca di rumah 🙂

Cerita Kunjungan Pengamatan Tanaman Kelompok Richard

Selalu ada cerita untuk dinikmati…. 🙂

ElHarp Kota Karang

Awal bulan Maret bagi kelas sembilan sudah terbilang sebagai hari ‘penyiksaan’. Apalagi pada saat yang sama kita sedang menjalani hari-hari dalam minggu advent. Kita betul-betul memaknai minggu tersebut dengan cara menikmati tugas-tugas dan ujian-ujian yang ada.

Sabtu, 4 Maret 2017 adalah hari yang amat menyibukkan bagi saya. Bukan hari bersantai tapi malah hari penguras tenaga cadangan saya. Setelah kelas 9.3 menyelesaikan latihan menari untuk mata pelajaran SBK, saya tidak pulang dan berbaring. Justru saya dan teman saya, Sonia Thei, memiliki agenda tersendiri untuk mengunjungi rumah saya di Fontein. Kami menaiki bemo lampu dua Paparisa dan turun di cabang kios penjual buah-buahan. Setelah turun kami harus menyusuri tiga gang untuk sampai ke rumah saya.

17198620_1834980120077464_629004497_nSesampainya di sana, Sonia dan saya masih duduk untuk rehat sebentar karena capek yang kami alami begitu besar. Bukan hanya capek fisik, kami juga capek pikiran karena memikirkan ketidakacuhan teman sekelompok kami, Toni Allo, yang menolak ikut…

Lihat pos aslinya 604 kata lagi