Kegiatan Pengembangan Guru

Kapsul 64: Sebagai Guru, Belajarlah Seni Menyampaikan Pesan (pesan haruslah tersampaikan!)

 

Kegiatan Pengembangan Guru, Refleksi

Kapsul 49: Refleksi Empat Hari Bekerjasama dalam Tim Guru Bahasa Indonesia SMP Kota Kupang

Sudah hari yang keempat saya bekerjasama dalam tim ini. Sebuah pengalaman yang diizinkan Tuhan untuk saya alami. Sebuah langkah baru untuk terjun dalam sebuah dunia yang sedikit lebih luas dari seputar SMP Kristen 1 Kupang atau yang lazim dikenal dengan SMP Lentera Harapan Kupang.

Pengalaman interaksi dengan guru-guru Bahasa Indonesia sekota Kupang bahkan NTT serta Region Bali-Nusra-JawaTimur ini bermula dari program UKG yang pernah dicanangkan pemerintah pusat.

Pada tahun 2015, saya mengikuti UKG tersebut dan kemudian tidak mengetahui lagi perkembangannya. Baru di pertengahan tahun 2016, sudah masuk tahun ajaran baru, saya mendapat panggilan mengikuti pelatihan instruktur nasional (IN) di Bali. Awalnya kaget kenapa saya, sebab mengingat latar pendidikan saya matematika, bukan Bahasa Indonesia. Tapi kemudian oleh para petugas di kantor Dinas PPO, saya diberitahu terkait nilai UKG. Saya pun mengikuti kegiatan tersebut meski dengan berat hati karena keberangkatan yang mendadak serta merasa sangsi juga dengan kriteria penilaian UKG ini. Seingat saya dan menurut saya, banyak soal UKG yang kurang valid. Ada yang di instruksi soalnya mau tanya apa malah jawabannya apa. Juga banyak yang terkait materi K 13 sementara waktu itu belum banyak atau tidak semua sekolah yang menerapkan kurikulum 2013, salah satunya Lentera Kupang. Itulah kenapa saya tidak terlalu merasa bangga atau wow sekali dengan terpilihnya saya mengikuti kegiatan pelatihan IN di Bali itu. Bagi saya, itu memang cara Tuhan mengizinkan saya melihat-lihat hal lain di luar serta belajar sesuatu dari sana. Saya menerima dan menikmati saja proses dan momen-momen yang ada di dalamnya.

Meski saya sadar sekali UKG tidak bisa dikatakan sebagai alat ukur yang tepat untuk mengetahui kompetensi guru, namun melalui UKG inilah ada satu perkembangan baik setidaknya terjadi. Para guru dari masing-masing mata pelajaran dalam suatu wilayah setidaknya mulai mengaktifkan dan menghidupkan kembali MGMP, sebuah wadah yang sepertinya memang sudah pernah ada tapi kurang dimanfaatkan dengan maksimal.

Salah satu rekan sesama anggota pelatihan IN di Bali tahun 2016 kemudian ketika di Kupang dipilih menjadi ketua MGMP Bahasa Indonesia. Dengan mulai terbentuknya wadah ini di tahun 2017, beberapa kegiatan positif pun diselenggarakan. Salah satunya adalahย Gebyar Literasi ala MGMP Bindo SMP Kota Kupang dalam rangka memeringati Bulan Bahasa. Meski kegiatan ini hanyalah kegiatan kecil-kecilan dibanding dengan kegiatan semacam anggaplah lomba-lomba ala Kantor Bahasa Prov NTT, dan mungkin hanya sekali setahun itu dibanding kegiatan kelas diskusi mingguan ala Komunitas Sastra Dusun Flobamora atau kegiatan kencan buku ala Komunitas Leko atau kegiatan literasi komunitas-komunitas lainnya, bagi saya kegiatan literasi MGMP Bahasa Indonesia SMP tkt Kota Kupang ini patut diapresiasi.

Kegiatan-kegiatan lain yang juga dilaksanakan MGMP Bahasa Indonesia SMP kota Kupang berikutnya adalah program PKB atau program pengembangan keprofesian berkelanjutan di mana utang saya sebagai IN akhirnya dituntaskan di sana. Meski saya sepenuhnya sadar, bahwa sebagai IN saya belumlah betul-betul sempurna sebagaimana yang diharapkan. Namun dari kegiatan itu saya makin belajar banyak hal.

Kemudian baru-baru ini saya diikutsertakan lagi dalam sebuah tim kerja.

Bersyukur, lagi-lagi atas kepercayaan yang diberikan Tuhan melalui MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Kupang. Selama empat hari kerja ini, semakin banyak lagi hal yang dipelajari. Baik dalam hal knowledge (pengetahuan mengenai materi pelajaran Bahasa Indonesia), pengalaman bekerja dengan orang-orang dinas, etos kerja guru-guru yang sudah mapan, tingkatan pemahaman murid di setiap sekolah, dan masih banyak lagi.

Bersyukur bahwa selama empat hari kerja, ada sesuatu yang, walau dapat dibilang sangat kecil, bisa saya sumbangkan untuk pendidikan di Kupang, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP.
Bagi saya sebuah kerja adalah doa, maka demikian doa saya, saya tiupkan serta dalam kerja tersebut. Berharap pihak selanjutnya setelah kami benar-benar dengan hikmat Tuhan memilih dan memilah serta menetapkan dan mengerjakan yang terbaik buat anak-anak didik di kota ini.

Pada akhirnya, segala yang mulia bukan milik kita, melainkan kembali kepada yang mengadakan segala sesuatu๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜‡.

Kegiatan Pengembangan Guru, Refleksi

Kapsul 48: Because You Know, that Assessment is a Blessing

Biasanya notebook saya ini tidak pernah mengalami masalah seperti hang dll. Paling pernah lama loadingnya, tapi itu memang karena banyak jendela program yang saya buka dalam waktu yang bersamaan. Selain itu, notebook saya ini aman-aman saja.

Anehnya, dia selalu bertingkah kalau kebutuhan saya lagi mendesak.

Kali pertama ketika saya harus menyampaikan materi pengantar pada program PKB Bahasa Indonesia. Saat itu, walupun tombol on sudah ditekan, notebook saya tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan akan menyala. Saya sampai sempat merasa panik. Sebab itu adalab kali pertama saya berbicara di depan bapak/ibu guru Bahasa Indonesia yang sudah seniorlah dibilang. Membayangkan akan sia-sia persiapan yang sudah saya buat berhari-hari, membuat saya seperti ingin membentak kasar ke notebook tersebut biar sadar dan kembali normal.

Syukurlah, setelah didiamkan sebentar dan kembali tombol power ditekan lagi akhirnya ia merespons. Notebook saya kembali bisa dinyalakan dan difungsikan.

Kali kedua, ketika saya hendak mengirimkan suatu hasil pekerjaan via email. Notebook saya kembali error. Saya bingung, kalau ia dipakai berselancar biasa hanya sebagai pengisi waktu malah lancar, giliran mau dipakai dalam kebutuhan mendesak ia serupa manusia yang tahu dirinya terlalu penting lalu merasa angkuh dan jual mahal. Saya sempat panik lagi karena data-data hasil kerja semuanya masih di file notebook dan belum sempat dipindahkan ke flash disk. Untunglah due date pengiriman pekerjaan itu masih sehari. Rencana saya kalau besoknya tak bisa dibuka, maka akan saya buka paksa hardwarenya untuk mengambil data yang dimaksud. Besoknya ketika saya mencoba sekali lagi menyalakan, notebook itu malah sudah baik kembali dan lancar-lancar saja.

Sampai hari ini adalah yang kali ketiganya. Hari ini termasuk hari penting dan mendesak. Saya termasuk yang diminta terlibat sebagai tim penyusun soal USBN Bahasa Indonesia SMP tingkat Kota Kuoang th 2018 (lengkap ya๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜„).

Saya sementara sangat berantusias mencari dan membuat teks-teks paragraf yang sekiranya ketika dibaca siswa nanti, mereka tidak sekadar melihat teks yang terpampang untuk mencari pilihan jawaban dari soal yang ditanyakan. Misi saya adalah kelak bila soal saya dan rekan penyusun saya dipakai, siswa yang membaca teks tidak hanya sampai di membaca teks dan selesai. Tapi bahkan kalau pun mereka salah menentukan pilihan jawaban sekalipun, setidaknya ada sisi reflektif dari teks yang sudah mereka baca. Demikian doa yang saya hembuskan dalam pekerjaan tersebut. Di tengah-tengah antusiasme tersebut, tiba-tiba tampakan layar seperti membeku di tempat meski kursor mouse sudah digerak-gerakan, bahkan keyborad pun tidak bisa diapa-apakan. Saya mencoba menunggu. Saya pikir tak akan lama. Pasti sebentar saja seperti yabg sudah biasa terjadi, paling hanya beberapa detik, demikian keyakinan saya. Namun kemudian yang terjadi adalah cukup lama. Saya menunggu, tetap menunggu. Syukur, tidak lagi panik bahkan untuk sempat panik pun tidak. Saya tahu, tidak mungkin insiden menyedihkan menimpa saya hari ini. Saya percaya sekali. Saya tahu, ini hanya sacam tes bagi saya. Saya tahu sekali. Sebab, kalau kondisi notebook yang hang ini berlangsung terus sepanjang hari ini, sungguh saya akan gagal sekali. Kenapa? Karena di dalamnya tersimpan data-data hasil kerja bersama selama dua hari penuh. Tak mungkin saya mengulang dari awal. Tak mungkin juga saya harus ke tempat service membongkar paksa hardware notwboom untuk mengambil datangnya. Kapan saya keluar, kapan saya tiba di tempat service, kapan saya harus mengantri, menunggu atau ditinggal sehari dua hari, untuk dikumpulkan sementara hari ini juga katanya semua hasil kerja sudah harus dikumpulkan.

Saya duduk menunggu. Hanya memelototi layar birunya. Lantas berdiri sebentar, melihat ke luar jendela, mengamati anak-anak sekolah yang luar biasa riuhnya di dalam kelas meski itu adalah jam KBM, kemudian berjalan keluar sebentar sebelum kemudian kembali memelototi layar biru itu lagi. Cukup lama. Hang terlama yang pernah terjadi dengan notebook saya yang ini. Akhirnya, karena terlalu lama menunggu, saya pun menekan tombol power untuk mematikan. Beberapa menit ditinggal diam, sya nyalakan lagi, maaih hang ternyata. Saya matikan lagi. Beberapa menit. Lalu dengan keyakinan penuh harus jadi kali ini, saya tekan lagi tombol power. Puji syukur alhamdulillah, notebook saya akhirnya nyala juga. Sungguh tak terkira rasa senang saya๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜‡. Memang, Tuhan cinta betul-betul dengan saya. Ia sengaja berbuat demikian biar saya tidak mati kesenangan lantas lupa pada-Nya yang melalui orang-orang Ia mengikutkan saya dalam kegiatan ini.

Kegiatan Pengembangan Guru

Kapsul 46: Cuplikan Cerita di Sela-sela BimTek Penyusunan Soal USBN Tkt SMP Kota Kupang Th 2018, Bangga sebagai Anak NTT ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜‡

Hari ini di aula SMP Kristen Citra Bangsa Kupang, diadakan kegiatan bimbingan teknis a.k.a bimtek penyusunan soal USBN tingkat SMP tahun 2018 untuk kota Kupang. Narasumber kegiatan tersebut adalah Bapak Sukino.

Pertama kali sang narasumber diperkenalkan, saya seketika merasa nama itu tidak begitu asing di telinga. Hanya saya lupa di mana dan kapan tepatnya nama itu pernah saya dengar. Setelah ditelusuri di google barulah ketemu. Nama orang ini memang sudah malang melintang di buku-buku paket matematika terbitan Erlangga. Ternyata๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜….

Bapak Sukino (namanya lucu-lucu imut begitu) ini punya juga nama kecil. Nama itulah yang katanya dipakai di akun facebooknya, Andika Choe. Beliau menamatkan pendidikan S1 di UI dalam bidang teknik matematika. Melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Tokyo University dalam bidang matematika murni.

Dalam kegiatan hari ini, setelah beliau memaparkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan soal, para tim penyusun pun diminta duduk per kelompok mata pelajaran untuk mempersiapkan soal-soal yang dibuat berdasarkan SKL. Soal-soal tersebut dipresentasikan agar dibahas dan didiskusikan bersama.

Setelah makan siang, setiap perwakilan kelompok pun dipersilakan mempresentasikan soal-soal yang sudah dibuat. Presentasi tersebut diikuti dengan tanggapan balik dari para peserta kelompok mata pelajaran lain.

Beberapa kelompok mata pelajaran yang tampil tak luput mendapat tanggapan balik dari Pak Sukino selaku narasumber. Beliau memberi apresiasi sekaligus beberapa masukan meski dari segi ilmu beliau seorang yang lebih ahli di matematika dibanding mata pelajaran lainnya.

Tiba giliran kelompok mata pelajaran Bahasa Indonesia, beliau hanya memegang mikrofon dan bilang, “Wah, kalau Bahasa Indonesia, saya tak mau berkomentar banyak. Wong, Bahasa Indonesia saja, saya belajarnya dari orang NTT, kok,” katanya lantas tertawa, menyeret para pendengarnya ikut berlaku yang sama. “Benar, itu Bapak Gerson Poyk, sama satunya lagi, Pak Gorys Keraf.”

Tiba-tiba terdengar riuh tepuk tangan orang-orang. Saya jadi ikutan bertepuk tangan. Tentu sebagai salah seorang anak NTT, saya merasa bangga๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž๐Ÿ’ช๐Ÿ™๐Ÿ˜‡.

Cuplikan Cerita Lentera, Kegiatan Pengembangan Guru

Kegiatan Profesional Development Semester Genap 2017/2018 SLH Kupang

Sudah menjadi program SLH setiap awal semester diadakan profesional development (PD). Pembicara untuk setiap PD bergantian dari Tim Professional Development and Curriculum Enrichment (PDCE) yang dibentuk YPPH maupun dari sister school, sebutan untuk sekolah-sekolah di bawah naungan YPPH baik SDH maupun SDH untuk saling berbagi dengan SLH tertentu.

Bila semester sebelumnya SLH Kupang didatangi Tim PDCE dan SPH Cikarang, maka semester kali ini dari SPH Kemang Village dengan pembicara Ibu Riama Agustina Sinaga dan Ms Laura Dale Lee. Bila semester sebelumnya fokus PD adalah assesment as a blessings, maka kali ini lebih berfokus kepada pendisiplinan siswa dan strategi belajar untuk โ€œstruggling learnerโ€™.

Mengenai pendisiplinan pada sesi hari pertama, Ibu Agnes dan Ms Laura berbagi tentang perbedaan punishment atau hukuman dan consequences atau konsekuensi. Meski ini bukan lagi sebuah hal baru, tapi menurut beberapa testimoni beberapa guru, PD ini mengingatkan dan menyegarkan kembali akan bentuk pendisiplinan yang selama ini sudah diberikan kepada siswa.

Sebagai guru, penting sekali kita memahami perbedaan dua hal ini agar penerapannya tidak salah kaprah. Dibanding punishment atau hukuman, kenapa tidak sebaiknya yang diberikan kepada siswa adalah konsekuensi. Bahkan pemberian konsekuensi pun, bukan sembarang konsekuensi. Perlu dipertimbangkan dua hal berikut yakni natural consequences atau konsekuensi alami dan logical consequences atau consekuensi logis. Apa maksudnya? Penjelasan berikut mungkin bisa memberi gambaran. Konsekuensi natural yakni konsekuensi sebab akibat atau hasil dari sebuah tindakan yang terjadi secara alami. Contoh: seorang anak sudah diperingatkan mengenai waktu berangkat field trip, tapi kemudian datang terlambat, dan akibatnya adalah ia ditinggal pergi. Dengan demikian si anak belajar, bila saya datang terlambat dari waktu yang sudah ditetapkan, maka saya tidak ditinggal. Saya tidak berangkat bersama-sama dengan teman saya. Konsekuensi logis yakni akibat yang diterima dari suatu tindakan melanggar peraturan atau kesepakatan. Akibat atau konsekuensi tersebut harus bisa diterima, maauk akal, dan berhubungan dengan perilaku tersebut. Contoh: seorang anak yang sudah bersepakat dengan orang tua akan bermain PS hanya selama sejam sehari, melewatkan hingga dua jam, maka jatah main hari besoknya tidak boleh dipakai. Demikian sedikit catatan dari kegiatan PD hari pertama.

Mengenai strategi untuk โ€˜struggling learnerโ€™, sebutan untuk mengganti โ€˜slow learnerโ€™ atau pelajar yang lambat, pada hari kedua, Ibu Agnes dan Ms Laura membagikan banyak cerita terkait hal ini terutama tentang pentingnya persiapan guru. Satu hal menarik yang ditunjukkan yang bisa menjadi contoh adalah penggunaan attractive notebooks.

Penggunaan attractive notebooks hanyalah salah satu cara membuat siswa yang digolongkan dalam โ€˜struggling learnerโ€™ agar lebih menikmati belajar. Ada masih banyak cara lain yang bisa dipelajari di buku-buku tentang strategi mengajar atau di internet terutama yang direkomendasikan sekali adalah pinterest. Hanya perlu diingat bahwa tidak semua metode dan strategi mengajar di sana dijiplak mentah-memtah untuk diterapkan. Kau boleh mempelajari contoh-contoh di sana, pelajari, baru sesuaikan dengan situasi kelasmu sendiri๐Ÿ‘Œ๐Ÿ’ช. 

Bersyukur bahwa untuk PD kali ini, SLH tidak sendiri. Tapi beberapa perwakilan guru dari sekolah-sekolah tetangga yang berada di bawah naungan Yapenkris Nehemia Kupang juga ikut diundang. Sekolah tersebut antara lain SMA Kristen 1 Kupang, SMK Kristen 1 Kupang, dan SMK Kristen 2 Kupang. Berharap, bapak/ibu guru tersebut bisa memperoleh hal bermanfaat dari kegiatan PD SLH Kupang ini dan membagikannya kepada sekolah masing-masing. Soli Deo Gloria. 


 

God's Story, Kegiatan Pengembangan Guru, Merayakan Keseharian

Siap Post Test Modul KK D dan KK F

Baru-baru ini saya dipercaya menjadi fasilitator untuk salah satu kegiatan yang merupakan program Kemendikbud yakni PKB Moda Tatap Muka IN ON IN pola 20-20-20. Karena mata pelajaran kami Bahasa Indonesia, maka pusat belajarnya bertempat di sekolah yang dipimpin ketua komunitas MGMP yakni SMPN 16 Kupang.

IMG_20171203_132225.jpg
Sumber foto: Ibu Luisa Adu

Dari 10 modul dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, di PKB Moda Tatap Muka IN ON IN Pola 20-20-20 ini, hanya dua modul yang kami kaji yaitu Kelompok Kompetensi (KK) D dan F. Materi pedagogik untuk KK D adalah Rancangan Pembelajaran, dan materi profesionalnya adalah Keterampilan Berbahasa dan Kaidah Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk KK F, materi pedagogiknya adalah Model Pembelajaran dan materi profesionalnya adalah Apresiasi Puisi dan Prosa.

10 KK

Apa saja isi materinya? Di bawah nanti akan disajikan sedikit gambaran besar mengenai materi dari kedua modul tersebut.

Tujuan saya menulis di sini adalah supaya mengingatkan saya yang hampir pernah mati berdiri ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜… saat persiapan, juga sebagai salah satu bentuk doa dan dukungan semangat kepada para peserta PKB yang besok (Selasa, 5/12/17) ini mengikuti post test di TUK yang sudah ditentukan.

Peserta PKB Bahasa Indonesia SMP se-Kota Kupang pada saat kegiatan penutupan PKB

Berikut gambaran besar modul KK D dan KK F: 

Materi pedagogik KK D: Rancangan Pembelajaran

Rancangan pembelajaran ini mencakup pendekatan, metode, dan teknik. Pendekatan merupakan sikap atau pandangan yang berupa asumsi, metode yaitu prosedur mencapai tujuan, sedangkan teknik adalah cara mencapai tujuan sesuai metode yang dipakai. Lebih detailnya mengenai jenis pendekatan, macam-macam metode dan teknik.

Materi profesional KK D: Keterampilan Berbahasa dan Kaidah Bahasa Indonesia

Dalam Bahasa Indonesia (juga semua bahasa di dunia), ada empat keterampilan dasar yang harus dikuasai setiap orang di muka bumi. Empat keterampilan bahasa tersebut adalah berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan satu sama lain. Dituntut agar setiap orang mesti mengusainya meski tak selamanya seseorang harus terampil sempurna di keempat bagian tersebut.

Materi pedagogik KK F: Model Pembelajaran

Model pembelajaran mencakup project based learning atau pembelajaran berbasis proyek, problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah, dan discovery learning atau pembelajaran yang menekankan pada penemuan. Selanjutnya lebih detail dibahas tentang langkah-langkah, kelebihan dan kekurangan dari ketiga model tersebut.

Materi profesionalnya: Apresiasi Puisi dan Prosa

Apresiasi puisi dan prosa yaitu dengan memperhatikan unsur instrinsik dan ekstrinsiknya. Beberapa orang yang disebut sebagai ahli menggolongkannya ke dalam beberapa tingkatan atau tahapan.

Demikian secuplik gambaran atau garis besar dari Modul KK D dan KK F Bahasa Indonesia SMP, juga sepotong doa untuk peserta PKB yang akan menghadapi post test.  Selamat bersiap. Selamat berjuang.

 

 

 

Kegiatan Pengembangan Guru

Usai Sudah Kegiatan PKB Bahasa Indonesia SMP se-Kota Kupang


 

IMG20171119122451.jpg
Semangat yang patut dicontoh. Tak ada penggaris, maka palang kayu pun jadi (y)

Di sini beberapa aktivitas yang sempat direkam kala itu. Saya sedih bahwa sebenarnya sudah ada tulisan ditaruh di sini. Tapi entah kenapa ketika saya membuka lagi postingan ini beberapa bulan kemudian (ini sudah bulan Maret, sementara kegiatan ini berlangsung bulan November tahun sebelumnya), tulisannya sudah raib tak berbekas. Sudahlah. Tak apa, setidaknya masiha da foto-fotonya di media penyimpanan sehingga bisa saya taruh kembali. Sedih sekali sebenarnya saya bahwa sesuatu yang sudah ditulis benar-benar sebagai doa harus raib begitu saja.

Seingat saya, yang saya tulis di sini adalah sebuah refleksid dan doa. Bahwa meskipun ketika mendengar kabar akan ada kelas ini di mana saya harus menuntaskan utang saya sebagai IN setelah mengikuti pelatihan di Bali 2016 dan Malang 2017. Meski ini berat bagi saya, tetap harus dikerjakan. Ini sudah kepercayaan yang diberikan dan sebuah tanggung jawab yang mesti diselesaikan. Bahwa ini juga adalah sebuah pengalaman untuk terus belajar. Juga ada doa yang disematkan untuk para peserta. Bahwa biar pun di antara mereka ada yang tinggal beberapa bulan lagi pensiun tapi biarlah mereka masih mau tetap belajar. Atau kalau tidak pun mereka masih mau mengerti posisi saya yang masih anak kemarin sore ini dan mau setidaknya mengerjakan bagian mereka. Kalau itu pun tidak, semua saya serahkan kepada mereka. Namun syukurnya di akhir, kami semua saling mengerti posisi masing-masing. Terima kasih, bahwa telah ada cinta kasih di sana. Meski di kelas saya sebagai pemandu, katakanlah begitu, di luar kelas, saya adalah adik dan anak mereka. I love that kind of relationship. Thanks to God Almighty.ย 

IMG20171119171157.jpg
Presentasi kelompok

IMG20171118171713.jpg

IMG20171118171648.jpg
Peserta kelas PKB ruang 1

IMG20171118170032.jpg