Tur Perdana JSO, Tur Perdana Orkes Jakarta

A Musical Promenade

Jakarta Simfonia Orkestra akhirnya melakukan tur keliling Jawa-Bali di bulan Juli tahun 2017 ini. Tur ini adalah tur pertama dari orkestra Jakarta ke daerah-daerah lain dan mencakup tujuh kota, salah satu tur terbanyak yang pernah dilakukan orkestra dalam negeri untuk negeri sendiri. Tur ini juga adalah yang perdana untuk orkestra ibukota yang memang terbilang jarang melakukan konser di kota-kota lainnya di Indonesia dan secara istimewa diadakan dengan cuma-cuma.

Tur tujuh kota ini akan mengunjungi:

  • Semarang (9 Juli)
  • Surabaya (10 Juli)
  • Malang (11 Juli)
  • Denpasar (12 Juli)
  • Solo (13 Juli)
  • Yogyakarta (14 Juli)
  • Bandung (15 Juli)

Yang adalah rekor terbanyak untuk sebuah orkestra Indonesia untuk tampil di tujuh kota selama tujuh hari berturut-turut.

Jakarta Simfonia Orchestra sendiri adakan didampingi oleh Jakarta Oratorio Society dan dipimpin oleh Stephen Tong yang adalah konduktor utama orkestra ini. Orkestra ini berencana membawakan karya Suppe, Mozart, Beethoven, Strauss II dan sajian utama Symphony No.2 ‘Lobgesang’ dari…

Lihat pos aslinya 125 kata lagi

20 Famous Christmas Stories – Online Star Register

https://googleweblight.com/?lite_url=https://osr.org/blog/tips-gifts/20-famous-christmas-stories/&ei=DCH0j0bl&lc=id-ID&s=1&m=736&host=www.google.co.id&ts=1482934932&sig=AF9NedkjI-MFfNwvEMSTvzCqF6K78d9zqw

😦 Desember… Jangan dulu cepat berlalu! Saya masih tetap ingin berada dalam rangkulanmu.

Kampungku Sakit

Kampungku sakit. Sekarat ia sekarang. Pusing dan rasanya aku ingin lari dari tempat ini. Sejak kemarin sore bunyi tape dengan speaker disusun berundek2 itu meraung-raung hingga malam ini. Sebenarnya sumber bunyi itu agak jauh dari rumah, 500-an meter mungkin, tapi karena speaker gede itulah rasa2nya letak speaker ada di balik dinding rumah. Ah, entahlah mereka mau merebut rekor MURI mungkin.
Aku memang cinta musik. Musik apapun itu. Tapi bagiku musik untuk menginspirasiku berkarya, bukan yang menimbulkan keresahan semacam ini.

Selamat Tahun Baru 2013

Aku ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru buatmu sekalian, sekaligus kuberitahukan ada sesuatu membuatku sedih. Datang dari para pemuda produktif, bahkan yang sudah beranak sekalipun. Setiap malam tahun baru bukannya bersama keluarga berdoa di rumah, menutup tahun lama serta menyambut tahun baru, melainkan:
Duduk-duduk, minum-minum, mabok-mabokan, joget-joget, tertawa-tawa, teriak-teriak, dan melakukan kerusuhan antar geng. Hingga esok pagi tanggal 1 Januari, sementara lonceng gereja berdentang memanggil umat mengadakan kebaktian menyambut tahun baru, mereka malah sedang teler di emperan rumah-rumah orang, beristirahat untuk siangnya dengan motor kongkor mereka konvoi keliling kampung per kampung, masuk dari pintu ke pintu. ///Kondisi yang sangat memprihatinkan, orang-orang tak bisa tidur untuk bergereja esok pagi, sebab bunyi tape dilengkapi speaker disusun berundek2 sangat membuak pekak telinga. Antara satu kelompok dengan kelompok lain saling bersaing mana suara tape paling ‘gede’.
Ah, Sobat, rasanya aku ingin menangis. Tapi apa yang mesti kutangisi sementara di luar sana kalian bilang, ‘lho…ini urusan kami kok lu yang sedih???’ Lalu kalian pun tertawa-tawa.