Refleksi

Kapsul 74: Menyinggung Masalah Human Trafficking di NTT dalam Mimbar Ibadah Paskah Bersama Kel Besar LG- Kupang

Ibadah perdana paskah bersama kel besar LG di Kupang dipimpin Pdt. Merry Kolimon, ketua sinode GMIT. Dalam pemberitan mimbar khotbah hari ini (saya tak lagi membahas isi khotbah), beliau menyinggung masalah human trafficking yang sudah berkepanjangan terjadi di NTT.

Kita punya banyak orang yang katanya pintar, tapi tak terhitung juga betapa masih banyak di luar sana yang tak ketulungan butanya.

Kau sadar tentang ‘sesuatu’ kan? Kau kasih apa? Kau pikir ‘sesuatu’ kan? Lantas kau masih diam?

Iklan
Refleksi

Kapsul 73: Melihat Perayaan Paskah Bersama Kel Besar Lippo Group Kupang dari Novel “Kekekalan” Milan Kundera

Tahun ini adalah tahun pertama diadakannya perayaan paskah bersama Kel Besar Lippo Group (LG) di Kupang sejak SLH masuk di Kupang tahun 2011, kemudian disusul Siloam Hospital, Lippo Plaza, dan yang lain-lain tahun-tahun berikut.

Sebagai salah satu bagian di dalamnya, saya hanya ingin melihat kegiatan hari ini dari sudut pandang novel ‘Kekekalan‘ Milan Kundera. Ini tidak sama sekali berkaitan dengan penyelenggara, panitia, atau siapa pun mereka, tetapi lebih kepada my personal reflection😉😊.

Bertahun-tahun sebelumnya, bila mengikuti perayaan semacam ini, pasti jauh dalam hati saya ada semacam rasa bangga. Toh, di kota sekecil Kupang ini, bekerja di bawah payung LG punya nama dan harga tersendiri.

Ketika kau masih meraba-raba identitas, dan menemukan bahwa kau ada dalam satu lingkaran tertentu yang seolah ketika orang menyebut namamu, langsung melekat dengan institusi tertentu, kau langsung merasa seolah itu sudah kau. Dirimu melekat dengan atribut itu. Seolah-olah hanya itu, satu-satunya tempat kau melekat. Seolah-olah atribut itulah napasmu, dan bila bukan dengan itu kau tak bisa hidup.

Berkaca dari novel ‘Kekekalan‘ Milan Kundera, ada dua pribadi kakak beradik yang digambarkan berbeda. Sang adik mengagul-agulkan ‘penambahan‘ sebagai pecinta kucing. Ingin dikenal dan dilekatkan dirinya dengan atribut sebagai pecinta kucing. Sementara sang kakak lebih memilih jalan ‘pengurangan‘. Mengurangi segala yang terlihat di luar, sebaliknya lebih berusaha melihat ke dalam.

Apa maksudnya penambahan dan pengurangan ini?

Dari sisi penambahan, biasanya seseorang selalu berusaha menambahkan dirinya dengan atribut ini atau atribut itu. Ingin dikenal dengan sebutan ini atau sebutan itu. Mereka bergabung dengan berbagai komunitas atau kumpulan apa pun itu, yang membangun atau pun hanya sekadar senang-senang, hanya demi sebuah identitas diri atau untuk mengeruk keuntungan pribadi. Mereka kemudian bangga menyebut dirinya sebagai ini atau itu. Bahkan sebagai follower sekali pun tanpa ikut berkarya sebagaimana yang diidolakan. Hanya sekadar bangga menyebut diri saya adalah *…ersers (maksudnya sebutan untuk pengikut fanatik orang atau kelompok tertentu yang diidolakan). Contoh saja: walkers, kpopers, beliebers, dll (maaf kalo yang salah tulis, saya belum mengecek pengejaannya).

Sementara dari sisi pengurangan, seseorang sudah tidak melihat atribut-atribut yang dipasang sebagai pembentuk identitas dirinya, yang kemudian serakah mengeruk untuk dirinya sendiri. Ia sudah lepas dari pandangan tersebut. Ia tak lagi sibuk menambal-nambal dirinya dengan bergabung mengikuti ini atau itu, hanya untuk dikenal sebagai “oh, dia itu walkers lho, a/ oh, dia itu penggila anu, a/ oh, kau boleh sentuh ‘ininya dia’ dia bisa meradang, dan meraung lebih dari singa betina, a/ oh, dia itu *…ers juga, kan, ya,” dst. Dia tidak sekadar bergabung untuk numpang majang, mendapat madu yang banyak, atau melirik-lirik mangsa. Sebaliknya ia memang mungkin tetap mengikuti tapi dengan alasan dan tujuan berbeda, ingin mengurangkan segala ego yang melekat dan kembali menemukan dirinya lebih dalam lagi. Ingin belajar lebih tentang apa yang bisa dilakukan dan bagaimana melakukannya agar serupa dengan yang diikuti, dikagumi, diidolakan, dipuja, atau bahkan yang disembahnya. Pada mereka inilah, akan kau lihat ada spirit dari kedalaman mereka yang terpancar keluar. Buah mereka, sesederhana sebuah sapaan atau senyum pun tentu punya nilai yang berbeda.

ReBlog

Kapsul 72: #WriterSpotlight – “Everyone has a story. Don’t be afraid to share yours.” Affiong Ene-Obong

thesparklewritershub

IMG_20160130_194429

There’s something powerful about a writer who has a WHY! We love Affiong Ene-Obong because she knows why she writes and the reason is powerful. Find out in today’s #WriterSpotlight.

Hello Affiong, please introduce yourself

I’m Affiong Ene-Obong, a lawyer, author, poet and content creator. I’m a young lady who earnestly desires to inspire, impact and transform lives with my talents, spreading light and love across the world. I’m a member of The Association of Nigerian Authors (ANA), Rivers State Chapter, Poets In Nigeria (PIN) and member of The Sea View Poetry Club, Port Harcourt. I’m an advocate for young people living with disabilities. My first book, ‘A Life Called Forever’ is a collection of inspirational poems beautifully written to inspire, impact and transform lives; spurring others to live their best lives amidst life struggles, obstacles and detours. My second book; a debut novel encourages women and kids…

Lihat pos aslinya 454 kata lagi

Cuplikan Cerita Lentera

Kapsul 69: Personal Retreat GSK SMP/A Lentera Harapan Kupang “18

Sebagaimana air yang terus mengalir, biarlah segala yang busuk dalam diri terus dialirkan keluar dan yang baru yang lebih segar akan datang menggantikannya.

Tema personal retreat kali ini adalah Diadopsi Allah. Bagian yang mengikutinya adalah pengampunan. Sebagai stimulannya, peserta diajak menonton sebuah film berjudul October Baby. Seusai menonton, peserta diminta membuat refleksi terkait film tersebut serta menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan. Ada dua topik yang boleh dipilih. Satunya tentang “Diadopsi sebagai Keluarga Allah, dan satunya lagi tentang “Pengampunan“.

Tepat pukul 12.00 siang, peserta dipersilakan makan siang. Menu makan siangnya ikan bakar (di Kupang, kau tidak akan kesulitan mendapat menu ikan bakar semacam ini — ikannya segar-segar, boo‘😄).

Seusai makan siang, dilanjutkan sharing dalam kelompok kecil yang sudah ditentukan. Di dalam kelompok itulah setiap orang berbagi refleksi apa yang diperolehnya terkait dengan tema retreat ini. Saya sendiri mengambil bagian pertama, Diadopsi sebagai Keluarga Allah. Seperti tokoh utama, bahkan sudah diadopsi sebagai keluarga pun, saya masih saja meragukan seberapa besar kasih Allah terhadap saya. Masih ingin melihat yang lain yang belum tentu secara total mencurahkan kasihnya kepada saya padahal. Untuk itulah dari sini saya makin dikuatkan agar 👉👇 sepenuh hati mempercayakan hidup kepada Dia yang sudah mengadopsi kamu sebagai anak-Nya. Demikian satu dari beberapa poin yang saya tulis dan saya bagikan di sini😉😘.

ReBlog

Kapsul 65: Blog Belajar Penulisan Kreatif

Niatnya mau tulis cerpen baru. Biar ketika liburan paskah selesai, ada satu dua cerpen yang dihasilkan. Tapi karena merasa buntu di tengah-tengah proses penulisan karena mungkin sudah berapa lama tak bermain-main dengan cerpen lagi, saya mencoba mencari bahan pelumas..:D Selain membaca cerpen-cerpen lain yang banyak bertebaran, lumayan saya ketemu satu blog yang bermanfaat, khusus membahas tentang creative writing (sebenarnya ada banyak blog serupa, hanya karena yang ini baru dan juga sama-sama di wordpress:), maka sekalian saya kenalkan). Sayang resources bagus begini dibaca dan dilewatkan, maka temuan saya ini saya pajang di sini, sekalian buat memudahkan saya sendiri sekali-sekali bisa menengok kembali atau mungkin juga membantu mengarahkan kau yang misalnya tiba-tiba nyasar di postingan ini 😉 🙂

Kita mulai dari pertama-tama kau harus bertanya kepada dirimu, Kenapa kau mau jadi penulis? Apa ingin berekspresi, berkarir, berbagi, atau apapun itu, silakan tanya pada dirimu sendiri apa alasannya. Tidak ada yang salah untuk sebuah alasan 😉 😀

Mengembangkan suara atau gaya unik penulisan. Kau mesti banyak membaca dulu. Membaca beragam tulisan dalam hal ini cerpen sampai kau menemukan gaya apa yang paling sesuai dengan dirimu. Gaya yang hanya bisa ada di kamu dan bukan orang lain.

Selanjutnya kita melaju ke Menemukan inspirasi menulis. Btw, sebenarnya maksud saya hanya mau menyematkan empat hal yang di bawah ini, tapi entah kenapa saya jadi melebar sampai ke tiga hal di atasnya.

Ok, jadi yang penting dan sesuai maksud saya adalah empat hal berikut: 1) Draft pertama 2) Bagian pembuka 3) Bagian ending khususnya  ending cerpen 4) Merevisi 

Masih banyak yang ingin saya taruh di sini, tapi sudahlah, nanti akan banyak sekali jendela yang dibuka dalam sekali waktu dan bisa-bisa membuat laptop atau notebook atau komputer bisa lola. Jadi saya sudahi saja di sini, dengan menyematkan yang terakhir untuk kategori fiction, biar sekali ke sana banyak hal bisa dibaca sekaligus. 🙂