God's Story, Kegiatan Pengembangan Guru, Merayakan Keseharian

Siap Post Test Modul KK D dan KK F

Baru-baru ini saya dipercaya menjadi fasilitator untuk salah satu kegiatan yang merupakan program Kemendikbud yakni PKB Moda Tatap Muka IN ON IN pola 20-20-20. Karena mata pelajaran kami Bahasa Indonesia, maka pusat belajarnya bertempat di sekolah yang dipimpin ketua komunitas MGMP yakni SMPN 16 Kupang.

IMG_20171203_132225.jpg
Sumber foto: Ibu Luisa Adu

Dari 10 modul dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, di PKB Moda Tatap Muka IN ON IN Pola 20-20-20 ini, hanya dua modul yang kami kaji yaitu Kelompok Kompetensi (KK) D dan F. Materi pedagogik untuk KK D adalah Rancangan Pembelajaran, dan materi profesionalnya adalah Keterampilan Berbahasa dan Kaidah Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk KK F, materi pedagogiknya adalah Model Pembelajaran dan materi profesionalnya adalah Apresiasi Puisi dan Prosa.

10 KK

Apa saja isi materinya? Di bawah nanti akan disajikan sedikit gambaran besar mengenai materi dari kedua modul tersebut.

Tujuan saya menulis di sini adalah supaya mengingatkan saya yang hampir pernah mati berdiri ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜… saat persiapan, juga sebagai salah satu bentuk doa dan dukungan semangat kepada para peserta PKB yang besok (Selasa, 5/12/17) ini mengikuti post test di TUK yang sudah ditentukan.

Peserta PKB Bahasa Indonesia SMP se-Kota Kupang pada saat kegiatan penutupan PKB

Berikut gambaran besar modul KK D dan KK F: 

Materi pedagogik KK D: Rancangan Pembelajaran

Rancangan pembelajaran ini mencakup pendekatan, metode, dan teknik. Pendekatan merupakan sikap atau pandangan yang berupa asumsi, metode yaitu prosedur mencapai tujuan, sedangkan teknik adalah cara mencapai tujuan sesuai metode yang dipakai. Lebih detailnya mengenai jenis pendekatan, macam-macam metode dan teknik.

Materi profesional KK D: Keterampilan Berbahasa dan Kaidah Bahasa Indonesia

Dalam Bahasa Indonesia (juga semua bahasa di dunia), ada empat keterampilan dasar yang harus dikuasai setiap orang di muka bumi. Empat keterampilan bahasa tersebut adalah berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan satu sama lain. Dituntut agar setiap orang mesti mengusainya meski tak selamanya seseorang harus terampil sempurna di keempat bagian tersebut.

Materi pedagogik KK F: Model Pembelajaran

Model pembelajaran mencakup project based learning atau pembelajaran berbasis proyek, problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah, dan discovery learning atau pembelajaran yang menekankan pada penemuan. Selanjutnya lebih detail dibahas tentang langkah-langkah, kelebihan dan kekurangan dari ketiga model tersebut.

Materi profesionalnya: Apresiasi Puisi dan Prosa

Apresiasi puisi dan prosa yaitu dengan memperhatikan unsur instrinsik dan ekstrinsiknya. Beberapa orang yang disebut sebagai ahli menggolongkannya ke dalam beberapa tingkatan atau tahapan.

Demikian secuplik gambaran atau garis besar dari Modul KK D dan KK F Bahasa Indonesia SMP, juga sepotong doa untuk peserta PKB yang akan menghadapi post test.  Selamat bersiap. Selamat berjuang.

 

 

 

Iklan
Kegiatan Pengembangan Guru

Usai Sudah Kegiatan PKB Bahasa Indonesia SMP se-Kota Kupang


 

IMG20171119122451.jpg
Semangat yang patut dicontoh. Tak ada penggaris, maka palang kayu pun jadi (y)

Di sini beberapa aktivitas yang sempat direkam kala itu. Saya sedih bahwa sebenarnya sudah ada tulisan ditaruh di sini. Tapi entah kenapa ketika saya membuka lagi postingan ini beberapa bulan kemudian (ini sudah bulan Maret, sementara kegiatan ini berlangsung bulan November tahun sebelumnya), tulisannya sudah raib tak berbekas. Sudahlah. Tak apa, setidaknya masiha da foto-fotonya di media penyimpanan sehingga bisa saya taruh kembali. Sedih sekali sebenarnya saya bahwa sesuatu yang sudah ditulis benar-benar sebagai doa harus raib begitu saja.

Seingat saya, yang saya tulis di sini adalah sebuah refleksid dan doa. Bahwa meskipun ketika mendengar kabar akan ada kelas ini di mana saya harus menuntaskan utang saya sebagai IN setelah mengikuti pelatihan di Bali 2016 dan Malang 2017. Meski ini berat bagi saya, tetap harus dikerjakan. Ini sudah kepercayaan yang diberikan dan sebuah tanggung jawab yang mesti diselesaikan. Bahwa ini juga adalah sebuah pengalaman untuk terus belajar. Juga ada doa yang disematkan untuk para peserta. Bahwa biar pun di antara mereka ada yang tinggal beberapa bulan lagi pensiun tapi biarlah mereka masih mau tetap belajar. Atau kalau tidak pun mereka masih mau mengerti posisi saya yang masih anak kemarin sore ini dan mau setidaknya mengerjakan bagian mereka. Kalau itu pun tidak, semua saya serahkan kepada mereka. Namun syukurnya di akhir, kami semua saling mengerti posisi masing-masing. Terima kasih, bahwa telah ada cinta kasih di sana. Meski di kelas saya sebagai pemandu, katakanlah begitu, di luar kelas, saya adalah adik dan anak mereka. I love that kind of relationship. Thanks to God Almighty.ย 

IMG20171119171157.jpg
Presentasi kelompok

IMG20171118171713.jpg

IMG20171118171648.jpg
Peserta kelas PKB ruang 1

IMG20171118170032.jpg

 

Cuplikan Cerita Lentera, God's Story, Merayakan Keseharian, Refleksi

Senin (20/11) ini DatangJuga

Pepatah lama, “Tak ada rotan, akar pun jadi”, maka aplikasinya di kelas PKB kami kali ini adalah “Tak ada penggaris kecil, maka palang kayu pun jadi”. ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘Š๐Ÿ˜„๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜‡

Akhirnya hari Senin (20/11) ini datang juga. Hampir seminggu ini saya harap-harap cemas, andai saja ini sudah di hari Senin kembali. Artinya saya sudah melewati hari Sabtu-Minggu yang sepertinya menegangkan. Dan memang menegangkan di awal-awal. Saya mempersiapkan diri baik sekali. Tapi karena sesuatu hal, notebook saya tiba-tiba lola ketika saya mau sampaikan materi, hingga sambungan hdmi-vga untuk terhubung ke ldc proyektor tak berfungsi, sampai harus meminjam laptop milik peserta lain, pembagian kelompok belajar yang tak sesuai rencana, buyar sudah semua persiapan yang awalnya saya sudah dengen pede dan yakin pasti berhasil.

Hari pertama berjalan baik tapi jauh dalam hati saya tahu ada yang kurang. Rasanya garing sekali. Hingga malam sepulangnya dari sana, saking kepikiran saya sampai nyaris tak bisa lagi bergerak meski hanya untuk mandi. Saya lupa kalau saya dan partner IN saya mesti ada persiapan buat besok. Ketika ia datang, saya bahkan belum sempat mandi saking teparnya. Kami berbagi cerita bagaimana kami di kelas masing-masing. Saya berefleksi banyak di situ. Sesudah berdiskusi apa-apa saja yang akan kami lakukan besok dan ketika ia pulang, barulah saya bergerak mandi. Sesudah itu jiwa raga mulai kembali segar. Saya mau buat sesuatu. Sayang malah tertidur๐Ÿ˜„.

Besoknya hari kedua, meski sempat putus asa kemarin karena bahan ppt yang sudah saya siapkan sebaik-baiknya versi saya tak maksimal ditayangkan karena masalah notebook saya, pagi itu saya bangun dan tetap buat juga bahan ppt. Meski ppt bukan satu-satunya cara tapi saya pikir untuk hal-hal semacam ini ppt itulah yang efektif. Meski sesudah itu masalah notebook saya tak terselesaikan, bahan ppt yang saya siapkan tetap ditayangkan atas pengertian dan bantuan dua orang peserta yang meminjamkan saya laptop mereka. Ibu Faizah Latsitarda dari SMPN 11 Kupang di hari pertama, dan Pak Ahmad dari SMPN 8 Kupang di hari kedua๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‡.

Hari kedua tak setegang hari pertama. Karena bila kemarin skenario yang saya siapkan tak sesuai ketika di lapangan dan saya tidak terlalu siap menerima, maka di hari kedua saya sudah lebih siap dengan kemungkinan situasi yang akan terjadi. Karena sudah cukup mengenal dekat beberapa di antara bapak/ibu guru, saya merasa sudah jauh lebih baik ketika berinteraksi dengan mereka. Karena kemarin belum mengenal medan dengan baik di mana saya berpikir karena sudah memberi pesan saya butuh beberapa alat dan bahan, meski tak dibalas saya pikir disiapkan namun ternyata tidak, saya akhirnya berpikir dan berserah,ย ya sudah, dikerjakan saja dengan apa yang ada. Hari kedua itu sudah berbeda karena apa yang saya butuh itu sudah disediakan, kekurangan-kekurangan hari kemarin pun sudah diperbaiki misalnya bila di hari pertama peserta masih berada di level membaca literal lalu berbagi kepada kelompok lain maka di hari kedua ini mereka sudah bergerak masuk ke membaca kritis bahkan membaca kreatif. Saya senang melihat perkembangan ini. Saya juga sempat berbagi tentang model UTS di Lentera yang sudah berjalan dua tahunan ini, juga tentang sesi BaKar setiap memulai pembelajaran Bahasa Indonesia, hingga ketika memasuki materi Profesional KK F tentang Apresiasi Puisi dan Prosa, saya berbagi sedikit cerita tentang sebuah cerpen yang terinspirasi dari seorang mantan anak murid di Lentera tahun pertama, bagaimana asal muasalnya sampai mewujud kepada cerpen berikut tentang Serangan Asma yang akhirnya dibacakan di Panggung Under the Poetic Star di MIWF 2017. Dari cerita itu dapat dihubungkan dengan bagaimana peran guru juga orang tua terhadap psikologis anak. Ah, akhirnya kelas PKB kami yang kemarin di hari pertama rasanya mati, justru di hari kedua jadi lebih hidup dan bermakna.

Kelompok Legenda membagikan materi tentang Struktur Batin Puisi ๐Ÿ‘๐Ÿ’ช๐Ÿ˜‡

Sebenarnya di persiapan saya untuk hari kedua itu, saya justru menyiapkan video berbeda punya orang lain. Namun entah bagaimana, di kelas PKB hari kedua itu, cerita saya tentang inspirasi menulis cerita Serangan Asma itu keluar begitu saja. Mengalir tanpa saya sendiri merencanakannya demikian. Lancar sampai usai. Peserta di kelas saya tahu mereka terkesan terlihat dari air muka mereka di akhir saya menutup cerita. Tapi maksud saya bercerita itu bukan untuk membuat mereka terkesan. Saya pun tak tahu bagaimana bermula dan berakhir, tahu-tahu saja saya sudah selesai dan kami semua sama-sama menarik napas.
Saya tak menulis di sini tentang testimoni kecil-kecilan yang diberikan. Tapi intinya adalah sesuatu yang baik. Menyemangati. Terkadang apa yang dianggap sesuatu yang sudah biasa-biasa saja di Lentera, di luar sana memang luar biasa. Alangkah baik bila sesuatu yang positif dan baik ini ditebarkan. Niscaya semangat belajar anak-anak tak perlu diragukan lagi.

Baiklah, mungkin sampai di sini saja dulu cuap-cuap tak penting saya. Sekarang, bapak/ibu peserta PKB di kelas kami sementara menjalani masa ON mereka selama 20 jam. Meski tak bersama-sama, saya hanya turut meniupkan doa untuk mereka. Semoga waktu pelaksanaan ON ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menelaah tugas-tugas mereka yang selanjutnya akan berdampak pada penerapan pembelajaran di kelas masing-masing๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™.

Saya di sini pun masih sementara membaca umpan balik sesi IN 1. Meski hampir semua memberi tanda no. 1 untuk smiley face, namun saat membaca bagian uraian, saya jadi berkaca dan mendapati masih banyak kekurangan saya. Ada beberapa hal yang baru saya ingat bahwa seharusnya itulah yang saya konsepkan, siapkan, lalu terapkan. Tapi karena sudah berlalu, maka saya refleksikan saja. Diusahakan agar bisa diperbaiki di sesi IN 2 nanti. Kiranya pertolongan Tuhan tak hanya berhenti sampai di sini. Terima kasih kepada yang melalui mereka saya melihat pertolongan Tuhan. Ibu Elise, Ibu Ria, Pak Alfons, Ibu Faizah, Pak Ahmad, dan beberapa yang lain tak mungkin saya sebutkan satu per satu. Biarlah segala yang baik dan agung dikembalikan hanya kepada Dia. Kepada Dia semata.

Merayakan Keseharian, Refleksi

Lakon Akhir Pekan

Hidup ini lakon. Kau tak bisa menolak. Maka, kau harus melakoninya sebaik-baiknya yang kau bisa.

Monolog “Cahaya” di Panggung Perempuan Biasa 2

Kau memang bebas. Tapi bukan berarti kau bisa mengendalikan ruang dan waktu. Sementara ragamu ada di sini, maumu pada saat yang sama ia ada juga di tempat lain. Demikian yang bercokol di kepala saya sekarang. Andai saja pada saat ini saya ada di sini sekaligus di sana๐Ÿ˜„๐Ÿ˜Š.

Seandainya saya boleh bebas memilih lakon apa yang mesti saya mainkan, maka sesuai rencana awal saya jauh-jauh hari sebelumnya, akhir pekan ini saya inginnya ikut acara Refo500 di Jakarta bersama dengan beberapa kawan saya di PRK. Refo500 merupakan rangkaian kegiatan peringatan 500 tahun reformasi protestan yang diadakan oleh STEMI. Kegiatan tersebut berlangsung dari Selasa (14/11) – Senin (20/11) hanya memang disediakan paketย week endย dan saya maunya ambil paket itu. Jadi bisa pergi dari Jumat sore dan pulang Senin pagi.

Tapi karena ada beberapa hal, rencana itu tak jadi. Saya dihinggapi rasa bimbang antara ikut atau tidak. Hingga kemudian, penentuannya jadi terang. Tidak ikut. Agak sedih sebenarnya๐Ÿ˜Ÿ๐Ÿ˜ฅ. Mengingat itu momen berharga yang hanya terjadi satu kali saja dalam hidup. Momen bertemu dengan peringatan 500 tahun reformasi digaungkan. Momen bertemu dengan pembicara-pembicara luar biasa. Momen yang jelas semakin membuat saya untuk teguh berdiri. Momen yang ini dan yang itu pokoknya.

Saya harus menerima. Sambil berpikir apa kira-kira maksudnya ini? Kenapa? Baiklah, kita lihat. Apa yang akan terjadi, terjadilah! Siap saja dengan tangan terbuka dan berlapang dada.

Hingga beberapa hari kemudian saya dihubungi. Tiga orang berbeda.

Orang pertama katanya, “Ada kegiatan di hari Jumat, kau kita minta jadi MC.” Kenapa saya?ย Karena ini dan biar itu, begitulah kira-kira jawabannya yang tak perlu saya beberkan di sini. Maka sudah, terjadilah sesuai yang dipinta. Jumat (17/11/17), Panggung Perempuan Biasa 2 sudah berjalan baik. Terima kasih kepada panitia yang lagi-lagi masih mau memberi kesempatan saya belajar.

Bersama kru Perempuan Biasa, Jumat (17/11/17)
Dunia selebar daun marungga๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š Bersama Nona Rivani Bistolen, Putri Pariwisata 2016.

Berikut, ย orang kedua dan ketiga dengan satu maksud katanya, “Kita ada kegiatan PKB. Sebagai IN yang sudah mengikuti pelatihan dan penyegaran, kau salah satu yang mesti memfasilitasi kelas belajar kita hari Sabtu-Minggu ini.” ๐Ÿ˜ฑ Kalau di orang pertama, tanggapan saya biasa saja, maka di orang kedua dan ketiga ini saya lemas seketika. Nyaris tak bisa menanggapi balik. Terdiam cukup lama sebelum memberi sahutan, oh, jadi…? Apakah ini betul akan terjadi? Seakan ingin bertanya kepada sang pembuat lakon, “God, are you kidding me?” Agak lebai memang sih๐Ÿ™ˆ. Tapi begitulah reaksi pertama saya๐Ÿ˜‹๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™‰. Sebab di pikiran saya selama ini kegiatan lanjutan dari seusai pelatihan IN itu tak akan ada. Nyatanya ada. Dan jadilah seperti yang dipinta. Hari ini, hari pertama atau 10 jam pertama IN 1 baru saja berlalu. Meski sederhana dan teknis sekali, saya kira ini adalah pengalaman berharga bagi saya sebagai salah satu pelakon hidup.

Berkati hati mereka ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡
Berkati hati mereka ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡

Demikian sedikit kisah tentang lakon akhir pekan saya. Di sini saya hanya ingin memahatkannya.ย Senang bisa bertemu, berinteraksi, dan belajar dari orang lain. Mereka tetap orang-orang istimewa. Tak kalah istimewa dari mereka yang ingin sekali saya temui dan dengarkan di Refo500.

Berkati hati mereka ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡
Kegiatan Seni dan Budaya, Merayakan Keseharian

Gebyar Literasi ala MGMP Bindo SMP Kota Kupang

Gebyar Literasi adalah kegiatan pertama Komunitas MGMP Chairil Bindo SMP Kota Kupang. Komunitas ini sendiri baru terbentuk tahun 2017 dengan Bapak Ariyandi Benygerius Mauko dari SMPN 16 sebagai ketua serta beberapa pengurus inti lainnya dari SMPN 13 Kupang, SMPN 8 Kupang, dan SMP Kristen Citra Bangsa Kupang.

Kegiatan gebyar literasi ini diadakan pada Kamis, 26 Oktober 2017 di Taman Nostalgia (Tamnos) Kupang. Melibatkan hampir semua SMP di Kota Kupang baik negeri maupun swasta.

IMG20171026162304

Adapun kegiatan utama yang dilakukan hari itu adalah siswa menemukan nilai karakter dari sebuah bacaan yang diberikan untuk kemudian mengalihwahanakannya kepada bentuk lain seperti puisi, komik, cerita baru, dll. Sebuah kegiatan sederhana memang. Semua kita bisa sering melakukannya sendiri-sendiri di sekolah. Namun yang perlu diapresiasi dari kegiatan gebyar literasi ini adalah kegiatan sederhana ini dikemas dengan menarik sehingga tidak membuat siswa ataupun guru sebagai pendamping merasa bosan.

IMG20171026163013

IMG-20171031-WA0047.jpg

 

IMG20171026163048IMG20171026163115

Selama anak-anak melakukan kerja mereka, ada juga diselilingi dengan beberapa pementasan yang disuguhkan baik dari SMPN 16 Kupang, Univ Muhammadiyah Kupang, juga tamu dari kelompok Teater Nara Larantuka yang mampir di Taman Nostalgia.

IMG20171026165212

IMG-20171031-WA0021.jpgIMG-20171031-WA0018.jpgIMG20171026171643IMG20171026171930IMG20171026173730IMG20171026174817IMG20171026180155

IMG-20171031-WA0011.jpg