Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi di Kupang

Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Konvensi Nasional Refo 500 di Kupang. Konvensi Nasional Refo 500 adalah kegiatan peringatan 500 tahun reformasi sejak dicetuskan pada tahun 1517 yang bahkan hingga di tahun 2017 pun, pengaruh reformasi itu masih kita rasakan.

poster1Konvensi ini diselenggarakan oleh STEMI (Stephen Tong Evangelistic Ministries International) di 17 kota di Indonesia. Bersyukur kepada Tuhan, Kupang adalah salah satu yang dipilih untuk didatangi Bapak Stephen Tong dan rekan-rekan sepelayanannya.

Acara ini ditujukan untuk: Hamba Tuhan, Majelis/ Pengurus, Guru Kristen, & Guru SM, Pembina Pemuda, aktifis Pemuda/i atau Mahasiswa/i Kristen.

Biaya (biaya untuk sewa gedung dan konsumsi peserta semata):

Rp 200,000,00 per orang, (No Rek BCA: 314-281-4860 – An: Si Lie Fong atau Monna Stefania Leo) 

poster2v2

Khusus di Kupang akan diadakan dua hari yakni pada:

Senin, 28 Agustus 2017, pukul 14:00-21:00 Wita (Grand Mutiara Ballroom) dan Selasa, 29 Agustus 2017, dibagi dalam dua bagian yaitu seminar pada pukul 07.00–17.00 (Grand Mutiara Ballroom) dan dilanjutkan dengan KKR pada pukul 18.30-21.00 Wita (Lapangan Polda NTT).

Berikut alamat lengkap Konvensi Nasional Refo 500 di Kupang:

Grand Mutiara Ballroom 
Jl. Timor Raya No.118A, Pasir Panjang, Kec. Kota Lama, 
Kota Kupang, NTT, Telp. (0380) 85227

 

Alamat tempat KKR:

Lapangan Polda NTT Jl. Soeharto, Naikoten I, Kupang

Bila Anda berada di wilayah Kupang dan sekitarnya (NTT), Anda dapat bergabung dengan kami dalam acara ini dengan mendaftarkan diri melalui beberapa cara berikut:

1. Langsung ke sekretariat:

Toko Fashionku 
Jln. Cak Doko no.60c, Oebobo 
(Depan STAKN Kupang-Perempatan SMPN 2 Kupang, 
Ruko samping kiri Deddy Salon) 
HP: 081337782998

2. Pendafaran Online:

Klik Pendaftaran Online pilih kota tempat konvensi dilaksanakan, contoh dalam hal ini Kupang, lalu silakan mengisi formulir yang tersedia secara lengkap dan benar serta ikuti instruksi selanjutnya.

3. Saya sendiri sebagai salah satu anggota humas, dengan mengisi data dan mengirimkan (SMS/WA) data  berikut:

Nama:....
Jenis Kelamin: Pria/ Wanita
Tmpt/ Tgl Lahir: ....
Alamat Tinggal:....
Aktif bergereja di:....
Bidang Pelayanan:....
No. Telp Rumah/ HP:....
Dilampirkan dengan bukti transfer ke 
nomor HP 081399247911 (Anaci Tnunay)
untuk dibuatkan BTTP (Bukti Tanda Terima Peserta)

Seminar Refo500 Indo BrosurAcara konvensi dua hari di Kupang ini akan ditutup dengan KKR pada Selasa, 29 Agustus 2017, pukul 18.30-21.00 wita yang dipimpin langsung oleh Bapak Stephen Tong di Lapangan Polda NTT. Khusus KKR, terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. 

Catatan:

Untuk informasi selengkapnya, silakan kunjungi situs utama: http://refo500-nas.stemi.id/ atau di akun facebook: Reformed Injili Events

 

Menemani Mahasiswa Tingkat Akhir yang lagi TePar di Rumah Sakit

wp-image--148867282Semester sembilan ia sekarang (Terpujilah Tuhan yang sudah menuntun sejauh ini dan saya percaya Ia tetap menuntun). Di waktu regis kemarin, ia bilang, ini terakhir, abis itu beta mesti wisuda tahun ini.

Ok, saya bilang. Beberapa hari lalu ia saya lihat sedang membaca artikel2 terkait UMR. Saya senyum2 saja sendiri. Saya sewaktu pertama kali tamat dari UPH dan ditempatkan di SLH tak pernah tahu-menahu tentang UMR segala. Biarlah, setidaknya dia mau punya semangat untuk menyelesaikan kuliahnya tahun ini.

Beberapa hari lalu, ketika ditanyai kabar, ia bilang sedang menyelesaikan apa yang sedang diminta dosennya. Berhubung sang dosen mau pensiun dalam waktu dekat, maka mereka anak2 bimbingan pun ‘dikejar’ agar selesai segera. Saya pikir itu baik. Toh, biar mereka juga jangan main-main. Nyatanya, salah atur strategi dia. Teler dan terkapar juga kan akhirnya. Maka, sekarang ranjang rumah sakitlah tempatnya beristirahat sekarang.

Dan di sinilah ia saya temani, berhubung waktu jaga saya hanya bisa di malam hari. Ada bersama saya, Leo Tolstoy dengan Di mana ada Cinta,  Di sana Tuhan ada, serta Vegetarian dari Han Kang (+Debora Smith). Berharap malam ini berlalu dengan baik. Dengan tempat beristirahat yang cukup dibilang tenang ini, kiranya Tuhan memberi ia kepulihan. Besok, mungkin wajahnya sudah lebih cerah dan ceria dari hari ini. 🙂 😚 🙏

Menengok Sarang

Kalau ada yang mesti ditulis, lantas apa yang perlu ditulis? Terlalu banyak. Rasanya mau tahambur saja dari ini kepala. Tapi kalau begitu, maka mungkin sangat beracakan. Tidak jelas. Maka, sudahlah saja. Sampai di sini. Setidaknya sarang ini tidak masih diingat untuk didatangi. Setidaknya, sudah saya sempatkan diri untuk menengok. Membersihkan debu-debu yang menempel di kursi, meja, kasur, menyapu, mengepel lantai, memperbaki letak taplak yang sudah bergeser, dan sebagainya, dan sebagainya (agak hyper tak apa), biar kalau misalnya ada pengunjung yang sempat singgah karena memang nyasar sampai di sini, ataupun yang memang mau berniat datang, setidaknya tahu bahwa sarang ini ada pengurusnya. 🙂 Maafkan saya (meminta maaf kepada diri sendiri dan Tuhan, walau sebenarnya tak perlulah saya membagi-bagi seperti ini, diri sendiri dan Tuhan). Sepertinya saya ini suka timbul tenggelam (???????)

Tulisan Menengok Sarang ini sebenarnya mau saya sudahi di sini saja. Tapi, entahlah mungkin karena tulisan di atas sebagai pemantik sudah ada, maka beginilah, rasanya saya ingin menulis terus. Walaupun mungkin tulisannya kurang nyambung dengan paragraf di atas. Sebab tulisan di paragraf pertama bersoal tentang kebingungan saya maunya menambahkan sesuatu yang baru di sarang ini agar nampak diperbarui begitu, tapi apa yang mesti ditempatkan? apa perlu pot berisi tanaman tertentu? apa daun-daun yang terlalu rimbun perlu dipangkas? apa susunan batu pagar di taman perlu diubah? apa warna cat temboknya perlu diganti? atau apa mestinya? Sementara yang berikut ini saya ingin bersoal tentang angin ribut yang baru saja mereda. Saya senang sekali akhirnya angin ribut ini mereda. Angin ribut? Ya, angin ribut, demikian saya mau menyebutnya karena ini mengingatkan saya akan pengalaman saya semasa kecil saya, setiap kali angin bertiup kencang, para orang tua akan melarang kami bermain-main di bawah pohon besar atau jangan coba-coba pergi sendiri ke mata air karena kalau angin ribut begini biasanya setan-setan di bawah pohon akan keluar mencari anak-anak kecil untuk ditangkap :D.

Alasan saya senang karena angin ribut sudah mereda adalah angin ribut itu tidak lagi menerbangkan debu ke mana-mana. Sampai di sini mungkin kau bingung dan bertanya, lantas apa hubungannya? Ok, untuk diketahui, saya seorang yang lahir besar dan sekarang ini pun selalu berada di area tanah merah. Kau tahu sendirilah bagaimana sifat dari tanah merah itu. Bila sudah masuk musim kemarau, tanah yang tadinya di musim hujan dihampari semua yang hijau-hijau pelan-pelan akan mati kekeringan dan hanya menyisakan tanah botak. Tanah yang tadinya padat dan mengeras pelan-pelan akan berubah debu serupa tepung. Bayangkan saja ketika ditiup angin. Masalahnya bukan hanya menyangkut kebersihan baju, celana, dan dinding rumah, atau pakaian yang bergelantungan di tempat jemuran, tapi adalah hidung kamu mau tak mau harus ikut pula menghirup tepung tanah merah itu. Efeknya itulah yang saya alami sekarang.

Sudah, itu saja. Sekadar menyapa “hai” pada sarang saya ini biar jangan ia merasa diabaikan. Bisa ngambek ia ntar… 😊😚😊

Indigo Tiny House

A Cottage Dream

Found this Indigo Tiny House on Tiny House Swoon…it is approximately 280 square feet and is built on a 24′ trailer.  It is built by Driftwood Homes USA.  I love the cedar shake exterior and how the inside and outside match in color and design!  Such a pretty little home! Take a peek!

This tiny home features an oversized loft as well as a first floor master bedroom. The first floor bedroom has a murphy bed that converts to a desk with storage cubbies underneath. The stairs to the loft offer lots of storage. The bathroom has a ceramic tile shower with a bench. In the kitchen, there are Fisher & Paykel appliances including a 3/4 height refrigerator and a four burner propane range. Custom built cabinets, wood countertop and a drop leaf table are additional features in the kitchen.

The interior walls are painted shiplap siding with reclaimed…

Lihat pos aslinya 25 kata lagi

Kumpulan Keperluan Unit Plan

foto unit planSebagaimana tahun lalu, kami di SLH tahun ini pun tidak memakai format perangkat yang diberikan pemerintah selain program tahunan/semester dan alokasi waktu, serta KKM. Lumayan, tak ada silabus, tak ada RPP. Sebagai gantinya, kami memakai format dari tim PDCE, tim khusus untuk pendidikan di SDH dan SLH se-Indonesia. Kami menyebutnya format ini weekly plan dan unit plan. Sudah ada formatnya langsung dari PDCE. Hanya saya mau mencoba membaca-baca saja format unit plan atau weekly plan dari internet. Biar lebih memperkaya. 😀 🙂 Lumayan ada beberapa saya temukan. Ada yang cocok, ada pula yang tidak. Untuk sementara akan saya simpan linknya di sini biar nanti tidak kesulitan kalau mau mencarinya lagi. Jangan seperti kemarin, ada beberapa yang sempat sempat baca, tapi hari ini mau buka, saya malah sudah lupa apa dan di mana. 🙂

Unit Plan

Unit Plan for Teachers oleh Edward S. Ebert II, Christine Ebert, Michael L. Bentley

Lesson Plans and Unit Plans: The Basis for Instruction oleh Gini Cunningham

(Btw, dari nama ini, saya teringat salah satu tokoh dalam To Kill a Mockingbird dari Harper Lee, Walter Cunningham ♥♥)

Learning Myths, Writing Myths oleh Jennifer Chandler

Strategy

Five Ways to Start Your Lessons  dari Gretchen Vierstra

Five Ways To Close A Lesson dari Gretchen Vierstra

Di atas semuanya, jangan sampai mengabaikan satu hal, tema tahunan SLH kali ini, Precious than Gold.

What’s that? 😉 🙂 🙂

 

 

Buku Agenda Guru SLH 

Saya suka sekali buku agenda ini. Selain tampakannya menarik, kali ini untuk urusan administrasi guru khususnya perangkat mengajar lebih dipermudah. Tiada lagi pekerjaan membuat RPP setumpuk yang prosesnya jelas ribet (sangat tidak efisien).

Dengan model weekly plan seperti yang ada dalam buku agenda ini, kita tinggal menuliskan poin-poin apa yang mau dilakukan di KBM nanti. Tidak seperti model RPP lama yang mengharuskan kau menulis lengkap bahkan kalimat apa yang akan kau pakai saat memberi salam saat masuk atau kesimpulan di akhir sesi😏😛.

Sebenarnya, sudah dari tahun ke tahun, kita juga dikasih agenda. Hanya, baru kali ini agendanya sangat menarik😀😊. (Bukan saya seorang yang punya kesan ini kok😉😊) Modelnya lebih dinamis dan tidak terkesan kaku. Memberikan keleluasaan pada setiap kita bagaimana kita menggunakanya. Mau kau tulis atau gambari atau tempeli apapun di sana silakan sesuai kreatifitas masing-masing.

Sudah. Intinya, saya suka. Jadi lebih semangat sekarang.  Terima kasih, Tim PDCE, yang sudah mau mendengar dan berupaya menyajikan yang terbaik buat para guru. Diberkatilah kiranya pelayanan Anda sekalian 🙏🙏🙏😇😇😇.

Terima Kasih buat Kemewahan selama Liburan

Tanpa terasa, tiga minggu sudah berlalu. 🙀🙈🙉Kemewahan pertengahan tahun ini sudah akan berakhir besok. Bila masa kemewahan ini seumpama berada di dunia fantasi💅💇💆🏊🏄🏂🏃🛀🏇🚖✈🚴💒🎸🎶🎧🎤🎯🍴🍔🍟🍝🍕🍜🍲☕🍹, maka Selasa (11/7/17) ini adalah hari di mana kau mesti terlempar kembali ke dunia nyata🙈. Dunia yang banyak kepahitan dan kepedihannya. 🙈Pahit memang.😀Meski demikian, biarlah, tak apa.😮Anggap saja masa kemewahan selama tiga minggu ini seumpama baterei yang sudah kembali diisi energinya, siap kembali bekerja. Tetap semangat. 💪💪💪😇😇😇🙏🙏🙏

#TerimakasihkepadaPenyelenggaraHidup😘😍#DidalamMukuduslahmulialah😊

Oh ya, dan kemewahan kali ini ditutup dengan…

“Selamat berbahagia untuk salah satu personel Shyanchy, Syuni Rossi. Tuhan memberkati sisa perjalanan kalian”😍😘😊🙏🙏🙏